Pasar Saham Korea Selatan Terkoreksi Setelah Kejatuhan Akibat Demam AI
Pasar saham Korea Selatan kembali bergerak volatil pada 24 Juni 2026.
Indeks KOSPI sempat bangkit di awal perdagangan, namun kemudian terkoreksi lagi setelah sebelumnya anjlok 10 persen akibat kekhawatiran terhadap gelembung kecerdasan buatan (AI) global.
>>> Cara Mendapatkan 5 Jenis Bansos yang Cair Awal Juli 2026 Sebelum Pendaftaran Berakhir
Indeks KOSPI dibuka lebih tinggi di level 8.356,79 poin, rebound dari posisi penutupan sebelumnya di 8.203,84 poin.
Namun, tekanan jual kembali muncul menjelang rilis laporan keuangan Micron Technology.
Sebelumnya, KOSPI jatuh dari rekor tertinggi 9.114,55 poin dalam satu hari, menghapus keuntungan berminggu-minggu.
Kejatuhan itu memicu penghentian perdagangan selama 20 menit melalui circuit breaker pada pukul 14.33 waktu setempat.
Investor Ritel Terpapar Leverage Tinggi
Investor ritel Korea Selatan, yang dikenal sebagai "semut" karena kekuatan pasar mereka yang besar, banyak melakukan perdagangan leverage pada saham raksasa teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.
Hal ini membuat pasar senilai 4,7 triliun dolar AS rentan terhadap fluktuasi besar.
>>> Anderson Cooper Tolak Bekerja di Bawah Bari Weiss Akibat Merger Media
Samsung Electronics relatif stabil pada sesi berikutnya, tetapi SK Hynix membalikkan lonjakan awal 7 persen dan ditutup di zona merah.
Saham SK Hynix terpengaruh oleh perubahan sentimen terkait premi memori bandwidth tinggi.
Analis pasar mencatat bahwa kemerosotan mendadak ini menyoroti kerentanan struktural dalam booming perdagangan leverage ritel.
Han Ji-young, peneliti dari Kiwoom Securities, mengatakan bahwa dengan pandangan bahwa penurunan tajam saham semikonduktor di pasar AS telah diperhitungkan, pasar Korea akan dibuka lebih tinggi karena pembelian teknis setelah kejatuhan sebelumnya.
Pengawasan terhadap dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) leverage semakin intensif setelah kejatuhan pasar.
Sementara itu, kegagalan Korea Selatan masuk dalam daftar pantau Indeks Pasar Berkembang MSCI hanya mendapat respons minimal dari pedagang lokal, menyusul tinjauan aksesibilitas negatif yang dirilis pekan sebelumnya.
>>> House Republicans Usulkan Pencabutan Amandemen ke-17 untuk Pemilihan Senator
Indeks KOSPI akhirnya mundur ke level 8.300 pada 24 Juni 2026, setelah pemulihan awal yang didorong investor ritel menguap.
Update Terbaru
90+ Pinjol Legal OJK 2026 dengan Tenor Bulanan yang Aman dan Cepat Cair
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
Nekat! Windows 11 Berhasil Berjalan Stabil di PC Berusia Lebih Dari 20 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
James Kennedy dari 'Vanderpump Rules' Bertunangan dengan Jordan Meyers
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mahfud MD: Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Sudah Saya Duga
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mbappe Samai Messi, Prancis Melesat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir, KNVB Tempuh Jalur Hukum Lawan Rasisme
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Amerika Enggan Cairkan Dana Beku Iran US$6 Miliar, Sebut Tak Sesuai Perjanjian
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp13 Miliar Akibat Serangan Anjing
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Jadwal Baru Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Hydration Break Dihapus
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Prabowo Sematkan Tanda Kehormatan Samkaryanugara ke 2 Satker dan 10 Polda
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Pernikahan Taylor Swift di MSG: Biaya Polisi Capai Rp2,5 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Hujan Lebat dan Badai Petir Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Piala Dunia 2026 Buktikan Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Buruh Tolak Kemasan Rokok Polos: Bukan Solusi Tapi Masalah Baru
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB






