BC Hydro Diam-diam Cari Kontrak Gas, Tanda Krisis Listrik Bersih
British Columbia selama ini dikenal sebagai kisah sukses energi bersih berkat bendungan hidroelektriknya. Namun, BC Hydro kini mengambil langkah yang mungkin membuat para pegiat iklim resah.
Dalam pengajuan ke Komisi Utilitas British Columbia pada 28 Mei, perusahaan listrik milik negara itu meminta ruang untuk menjalin kesepakatan baru dengan dua pembangkit listrik gas alam.
>>> Pengirim Email Klaim Miliki Video Nancy Guthrie, Minta Tebusan 1 Bitcoin
Alasannya sederhana namun tidak nyaman: permintaan listrik tumbuh begitu cepat sehingga provinsi itu bisa menghadapi defisit 500 megawatt pada 2030, cukup untuk memasok sekitar 500.000 rumah.
Jalur Darurat Gas
Dua pembangkit tersebut adalah Island Generation di Campbell River dan McMahon Cogeneration di Taylor, timur laut British Columbia.
Bersama-sama, keduanya dapat menyediakan sekitar 400 megawatt listrik, yang mencakup sekitar 80% defisit yang diperkirakan BC Hydro.
Langkah ini penting karena provinsi tersebut sebelumnya bergerak menuju aturan yang akan menghapus listrik berbahan bakar fosil dari jaringan pada 2030.
BC Hydro berencana berhenti membeli listrik dari Island Generation pada Oktober dan dari McMahon beberapa tahun kemudian setelah kontrak berakhir.
Kini perusahaan mengatakan risiko kekurangan listrik “signifikan.”
Pusat data, kendaraan listrik, tambang, terminal ekspor, pertumbuhan penduduk, dan ekspansi industri semuanya mendorong permintaan lebih tinggi.
Semakin banyak orang dan perusahaan yang terhubung ke jaringan di saat provinsi berusaha melepaskan diri dari bahan bakar fosil.
Mengapa 2030 Menjadi Titik Kritis
BC Hydro telah memberikan kontrak pembelian listrik kepada sejumlah proyek angin dan surya, dan lebih banyak proyek energi bersih sedang dalam perjalanan.
Rencana perusahaan menyebutkan bahwa pengadaan listrik 2024 dan 2025 akan menambah pasokan energi terbarukan dalam beberapa tahun mendatang.
Update Terbaru
Pimpinan BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal, Karyawati Mengaku Alami Tekanan Psikologis
Rabu / 01-07-2026, 15:16 WIB
Usai Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Kirim Pesan Tegas ke Jakmania
Rabu / 01-07-2026, 15:15 WIB
Jang Yoon Jung Buka Suara Usai Ibu Kandung Terseret Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Giselle dan Ningning Aespa Tunjukkan Tindik Pusar Serasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Polri Kawal Isu PHK, 4.216 Buruh Diklaim Bisa Kerja Lagi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
BPS Catat Harga Oli dan Bensin Jadi Pendorong Inflasi Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Bos Maktour Tak Hadiri Pemeriksaan KPK karena di Luar Negeri
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Siapa Anak dan Istri Dadi Yudistira? Eks Gitaris Superglad yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Rabu / 01-07-2026, 15:13 WIB
Penyebab Kematian Daveigh Chase Terungkap, Komplikasi AIDS Jadi Penyebab Utama
Rabu / 01-07-2026, 15:11 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
NASA Janji Terbangkan Bola ke Bulan Jika Timnas AS Juara Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
PDIP: Putusan MK Hentikan Wacana Pilkada Lewat DPRD
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
Menteri Israel Usul Relokasi Warga Palestina dari Gaza, Mossad Terlibat
Rabu / 01-07-2026, 15:08 WIB






