Luhut Bantah Pembentukan Family Office Gunakan APBN
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membantah rencana pembentukan family office di Indonesia akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Ia menegaskan bahwa kehadiran family office justru bertujuan meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
>>> Mutasi Polri: Kapolda Aceh dan Papua Barat Daya Diganti
"Siapa yang mau bakar APBN? Seperti ini yang enggak ngerti masalah terus bicara.
'Jadi Si Luhut mau gini-gini'. Saya bilang kan saya belajar.
Biar saya dari tentara, nggak bego-bego amat," kata Luhut dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).
Luhut mengatakan gagasan membangun family office, yang sebelumnya diusulkan berlokasi di Bali, lahir setelah mempelajari praktik serupa di berbagai negara.
Menurutnya, konsep tersebut tidak berkaitan dengan APBN, melainkan menjadi instrumen untuk menarik dana dan meningkatkan kepercayaan investor internasional.
Ia menjelaskan salah satu tantangan yang masih dihadapi Indonesia adalah membangun kepercayaan dunia usaha terhadap sistem hukum di dalam negeri.
Karena itu, Luhut mengusulkan agar pengelolaan family office mengadopsi sistem common law serta melibatkan hakim internasional untuk menangani arbitrase.
"Jadi, saya usul kepada presiden waktu itu, supaya kita pakai common law, dan kemudian judge-nya sampai untuk arbitrase dari luar, kita ambil mungkin untuk bangun trust, confidence.
>>> Hasil Piala Dunia 2026: Australia dan Paraguay Bermain Imbang Tanpa Gol
Karena itu yang kita sekarang susah, sehingga membuat rating kita juga sangat terganggu di sana-sini," ujarnya.
Menurut Luhut, sejumlah investor global telah menyampaikan ketertarikannya terhadap rencana tersebut.
Sekitar satu setengah hingga dua tahun lalu, ia pernah berdiskusi dengan beberapa pengusaha internasional yang menginginkan keberadaan family office di Bali.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






