Semen Magnetik Ciptaan Pemuda 29 Tahun Siap Ubah Industri Konstruksi
Seorang penemu asal Argentina berusia 29 tahun, Marco Agustín Secchi, mengembangkan material konstruksi yang dapat dimagnetisasi bernama Ironplac.
Material ini dirancang agar benda-benda dengan magnet bisa menempel di dinding tanpa perlu paku, sekrup, atau bor.
Ironplac diklaim sebagai sistem konstruksi magnetik untuk arsitektur dan integrasi industri. Fungsinya mengubah permukaan kaku menjadi permukaan yang dapat dikonfigurasi ulang, memberikan fleksibilitas dalam penataan ruang.
Cara Kerja Ironplac
Ironplac bukanlah sistem elektrik dan dindingnya tidak berfungsi seperti magnet raksasa.
Menurut penjelasan Secchi kepada Xataka México, versi basah Ironplac diaplikasikan seperti plester halus dan bersifat "100% pasif" serta "tidak memancarkan medan magnet apapun".
Yang menempel adalah benda itu sendiri.
Bingkai foto, rak pisau, atau panel membutuhkan magnet, sementara dinding yang telah diolah menyediakan lapisan magnetik tersembunyi yang menahannya.
Dampak bagi Konstruksi dan Lingkungan
Kemampuan dinding untuk diatur ulang tanpa pengeboran berulang dapat menghemat waktu perawatan dan memudahkan adaptasi ruangan.
Ini relevan untuk sekolah, kantor, laboratorium, toko, bengkel, dan rumah sewa yang sering berubah tata letak.
>>> Hukuman Pemotor Pakai Knalpot Brong: Tilang, Sita, hingga Kurungan
Meski belum ada data emisi yang menunjukkan jejak karbon lebih kecil, sektor konstruksi memiliki masalah limbah yang signifikan.
UNEP melaporkan bangunan bertanggung jawab atas 34% permintaan energi global dan 37% emisi CO2 terkait energi pada 2022.
EPA AS memperkirakan 600 juta ton puing konstruksi dan pembongkaran dihasilkan pada 2018, lebih dari dua kali lipat sampah kota.
Dengan plester magnetik, pengguna dapat mengatur ulang dekorasi dan peralatan tanpa mengebor, mengurangi lubang, tambalan, dan pengecatan ulang.
Ironplac masih dalam tahap pra-komersial.
Asosiasi Insinyur Struktural Argentina melaporkan proyek ini memiliki prototipe fungsional, validasi praktis, uji laboratorium, dan proses kekayaan intelektual yang sedang berjalan.
Pertanyaan selanjutnya meliputi kapasitas beban aman jangka panjang, pengaruh kelembaban, efek pengecatan ulang, dan biaya dibandingkan finishing biasa.
>>> Barron Trump Beri Tahu Trump soal Penembakan Charlie Kirk
Paten internasional melalui PCT juga masih dalam proses.
Update Terbaru
Kebakaran Lumbung di Mariahout Lukai Sapi dan Sebabkan Kerusakan Parah
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Taylor Frankie Paul Jalani Rehab di Tengah Tuduhan Baru Dakota Mortensen
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
AOC Ajak Warga Tetap Patriotik: Amerika Lebih Besar dari Para Pemimpinnya
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Anak Patrick Kluivert dan Dua Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang agar Terhindar dari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang untuk Hindari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Kylian Mbappe Cetak Rekor Gol Babak Gugur Piala Dunia, Lewati Ronaldo
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Buatan AS
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Lokal
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
Dudung: Pelatihan Calon Manajer Kopdes Dipangkas Jadi 1,5 Bulan
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB






