Dewan Parole Massachusetts Tolak Pembebasan Pembunuh Trooper George Hanna
Dewan Parole Massachusetts memutuskan menolak pembebasan bersyarat bagi Jose Colon, pria yang dihukum karena membunuh seorang trooper negara bagian dalam penghentian lalu lintas pada 1983.
Keputusan bulat diambil pada Senin, 23 Juni 2026, setelah sidang yang berlangsung sejak Januari lalu.
Kronologi Pembunuhan Trooper Hanna
Trooper George Hanna tewas pada 26 Februari 1983 setelah menghentikan mobil yang ditumpangi Colon, Miguel Rosado, dan Abimael Colon-Cruz.
Ketiganya berencana merampok toko minuman keras di area Worcester. Hanna memerintahkan mereka keluar dan mulai menggeledah.
Terjadi perkelahian, dan Colon menembak Hanna beberapa kali. Hanna tertembak tujuh kali dan meninggal di rumah sakit.
Para pelaku melarikan diri dengan mobil, namun saksi mencatat nomor registrasi kendaraan. Polisi menangkap Colon-Cruz dan Rosado dalam penghentian lalu lintas, dan menemukan revolver Hanna di dalam mobil.
Colon ditangkap di apartemen berbeda. Saat menunggu persidangan, ia terbukti bersalah dalam perampokan bersenjata di toko furnitur sebulan sebelum pembunuhan.
Keputusan Dewan Parole
Colon, kini 63 tahun, dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa parole pada 1985. Namun, Mahkamah Agung Massachusetts memutuskan hukuman tersebut inkonstitusional bagi terdakwa berusia 18-20 tahun saat kejahatan.
Colon berusia 20 tahun saat membunuh Hanna, sehingga memenuhi syarat parole sejak Januari 2024. Ia telah menjalani 43 tahun penjara.
Dalam sidang 15 Januari 2026, Colon mengaku telah sadar selama 30 tahun, namun dewan meragukan pengakuannya berdasarkan laporan disiplin penjara yang mencurigai penggunaan narkoba.
Dewan juga mencatat Colon menyangkal merampok toko furnitur dan mengaku menutup mata sebelum menembak Hanna, tanpa niat membunuh.
“Dewan menemukan versinya tentang pembunuhan Trooper Hanna kurang akuntabilitas penuh,” tulis dewan dalam keputusan.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






