IHC RS PELNI dan Imperial College London Siapkan Pemimpin RS Hadapi Disrupsi AI
Transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) semakin menjadi pilar utama dalam pengembangan layanan kesehatan modern.
Menjawab tantangan itu, PT Rumah Sakit Pelni (IHC RS PELNI) mendukung penguatan kapasitas manajemen rumah sakit melalui ICL Management Training 2026.
>>> Prabowo Ungkap Alasan Tutup Ratusan BUMN: Dipakai Tutupi Korupsi, Negara Hemat Triliunan
Program pelatihan internasional ini membahas digital health, AI, tata kelola rumah sakit, hingga pengembangan sistem kesehatan berbasis nilai (value-based care).
Direktur Utama PT RS Pelni, dr. Otto Berhen Kawanda, menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mempercepat transfer pengetahuan dan memperluas perspektif pengelolaan layanan kesehatan di Indonesia.
"Kolaborasi dengan institusi bertaraf internasional menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan mempercepat transfer pengetahuan bagi para pengelola rumah sakit di Indonesia.
Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan layanan kesehatan," ujar dr. Otto.
Perkembangan teknologi kesehatan yang cepat menuntut rumah sakit tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga membangun kesiapan organisasi, kepemimpinan, dan tata kelola yang optimal.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam mewujudkan transformasi layanan kesehatan yang berkelanjutan.
Pembekalan dari Akademisi dan Praktisi Imperial College London
Selama tiga hari, peserta memperoleh pembekalan dari akademisi dan praktisi Imperial College London mengenai berbagai topik strategis.
Materi mencakup sistem kesehatan, ekonomi kesehatan, peningkatan mutu layanan, digital health, pemanfaatan AI, hingga implementasi value-based care.
>>> Prabowo Akan Tutup 700-800 BUMN yang Merugi, Ini Sektornya
Program dikemas melalui sesi diskusi, workshop, studi kasus, serta kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang penerapan teknologi dan tata kelola rumah sakit di lapangan.
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






