Hikayat Kadiroen: Mantri Polisi yang Pilih Rakyat daripada Pangkat
Hikayat Kadiroen (2000) adalah novel karya Semaoen, tokoh pergerakan nasional dan pemimpin awal gerakan sosialis di Hindia Belanda.
Karya ini jarang disorot namun memiliki bobot besar dalam sastra pergerakan Indonesia.
>>> Empat Shio Alami Kemajuan Positif pada 21 Juni 2026
Lewat kisah Kadiroen, pembaca diajak menyelami realitas pahit kehidupan rakyat awal abad ke-20. Penindasan kolonial, ketimpangan ekonomi, dan benturan nilai tradisi dengan pemikiran baru menjadi latar cerita.
Sinopsis Cerita
Kadiroen adalah pemuda cerdas dan berhati bersih yang berhasil menjadi Mantri Polisi meski berasal dari keluarga lurah biasa.
Sejak awal tugas, ia menyaksikan ketidakadilan: rakyat kecil seperti Soeket yang kehilangan kerbau hanya ditindas, sementara pejabat seperti Asisten Wedono berlaku sewenang-wenang.
Dalam perjalanan tugasnya, Kadiroen bertemu Ardinah, perempuan yang menderita karena dipaksa menjadi istri muda Lurah Kromo Nenggolo.
Ia terpesona oleh keteguhan hati Ardinah, namun sadar posisinya terjepit antara cinta dan tanggung jawab jabatan.
Kadiroen kemudian diangkat menjadi Wedono. Ia berusaha memperbaiki nasib rakyat dengan mengatur irigasi secara adil, membatasi bunga pinjaman, dan melarang pemerasan.
Namun, usahanya sering terhambat aturan kolonial dan kepentingan pemilik pabrik serta pejabat korup.
Suatu hari, ia menghadiri pertemuan perkumpulan rakyat yang dipimpin Tjitro.
Di sana, ia mendengar penjelasan tentang sejarah penindasan, perubahan sistem ekonomi, dan paham perjuangan melalui koperasi, serikat buruh, hingga gerakan politik.
Kadiroen mulai sadar bahwa cara kerja lama sebagai pejabat tidak akan mengubah keadaan secara menyeluruh.
Terjepit antara tetap menjabat sebagai pejabat kolonial atau berjuang bersama rakyat, ia akhirnya memilih melepaskan jabatannya dan bergabung dengan gerakan.
Ia bertemu Sariman, seorang jurnalis dan pemimpin pergerakan yang menjadi gurunya. Kadiroen kemudian bekerja menulis di surat kabar Sinar Ra'jat.
Update Terbaru
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Ini 5 Alasannya
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Gandeng Ulama, Pemkot Surabaya Targetkan Cakupan Imunisasi Anak Tembus 90 Persen
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Deschamps Beri Hormat Khusus Usai Mbappe Bikin Dua Gol ke Gawang Swedia
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vasektomi Tak Ganggu Fungsi Seksual Pria, Ini Penjelasan Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi hingga 2028
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Inggris Siapkan Adu Penalti Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Nano Machine Chapter 319 Siap-Siap Panas! Ini Hal yang Perlu Diingat
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya
Rabu / 01-07-2026, 12:57 WIB
Beli Tiket ARTJOG 2026 Lewat BRImo, Dapat Diskon 15 Persen
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
DPR Hormati Putusan MK yang Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Cara Cek Tilang Elektronik ETLE Online via HP, Jangan Sampai STNK Diblokir
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB






