Aktivis 98 Kritik Ekonomi dan Demokrasi, Nilai Reformasi Belum Tuntas
Sejumlah aktivis 1998 menyatakan bahwa cita-cita Reformasi belum sepenuhnya terwujud.
Mereka menyoroti berbagai persoalan yang masih membebani masyarakat, seperti tingginya harga kebutuhan pokok, menyusutnya lapangan pekerjaan, dan meningkatnya beban ekonomi rakyat.
>>> Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk "98 Menggugat, Lanjutkan Reformasi!!!" pada Sabtu (20/6/2026).
Aktivis Firman Tendry menilai negara belum mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. "Negara hari ini gagal menjawab kebutuhan rakyat.
Harga-harga naik, pekerjaan menghilang, dan rakyat dipaksa menanggung beban yang semakin berat," ujarnya.
Ia juga mengkritik munculnya kelompok tandingan dalam berbagai gerakan sosial dan mahasiswa. Menurutnya, hal itu berpotensi melemahkan suara kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Firman menegaskan bahwa Reformasi tidak boleh hanya diperingati sebagai peristiwa sejarah. "Reformasi harus terus diperjuangkan sebagai agenda perubahan," katanya.
Tanggung Jawab Moral Aktivis 98
Aktivis Anton "Ufur" menyatakan bahwa para aktivis 1998 memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para korban pelanggaran HAM yang belum memperoleh keadilan.
Semangat melawan ketidakadilan harus terus dijaga meski tantangan telah berubah.
>>> Yamaha Ajak Pengguna Motor Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
"Generasi kami mungkin pernah berjuang di jalanan, tetapi generasi hari ini harus mampu melanjutkan perjuangan itu di setiap ruang yang tersedia, termasuk ruang digital, ruang komunitas, dan ruang demokrasi lainnya," tegas Anton.
Aktivis Liko Larson menyoroti persoalan yang dihadapi perempuan pekerja dan keluarga berpenghasilan rendah. Kenaikan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, dan berkurangnya perlindungan sosial menjadi tantangan nyata.
Liko mengkritik program pemerintah yang dinilai belum menyentuh akar persoalan kesejahteraan. Ia menekankan pentingnya pengawasan publik agar setiap program benar-benar bermanfaat dan tidak membuka ruang penyalahgunaan anggaran.
"Rakyat tidak hidup dari program yang dikampanyekan pemerintah, tetapi dari kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketika anggaran lebih banyak untuk proyek yang dipertanyakan efektivitasnya, yang menjadi korban adalah masyarakat kecil," tuturnya.
Aktivis Hengki Soeharto menilai gerakan masyarakat sipil perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Ruang digital kini menjadi arena penting untuk menyampaikan gagasan, advokasi, pendidikan politik, dan pengawasan pemerintahan.
"Pertarungan gagasan hari ini tidak hanya berlangsung di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital.
>>> Matheus Cunha dan Vinicius Junior Ramaikan Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026
Gerakan masyarakat sipil harus mampu beradaptasi dan membangun jaringan yang kuat di kedua ruang tersebut," kata Hengki.
Update Terbaru
Semakin Brutal! Baca Killer Peter Chapter 141 Sub Indo Terbaru
Kamis / 02-07-2026, 10:00 WIB
Apple TV Umumkan Tanggal Rilis Ted Lasso Season 4
Kamis / 02-07-2026, 09:57 WIB
Light Novel Fantasy Witch and Hound Dapat Adaptasi Anime TV
Kamis / 02-07-2026, 09:57 WIB
Aramco dan Sonatrach Turunkan Harga LPG Juli 2026 Akibat Kelebihan Pasokan
Kamis / 02-07-2026, 09:56 WIB
Folarin Balogun Pilih Timnas AS, Tinggalkan Inggris dan Nigeria
Kamis / 02-07-2026, 09:56 WIB
Fox Sports Pertahankan Alexi Lalas Meski Dikritik Saat Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 09:56 WIB
Chelsea dan Newcastle Bersaing Rekrut Striker AS Monaco Folarin Balogun
Kamis / 02-07-2026, 09:56 WIB
Erling Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 09:56 WIB
Donald Trump Raup Lebih dari Rp35 Triliun Sepanjang 2024
Kamis / 02-07-2026, 09:55 WIB
PLN dan Jababeka Perkuat Infrastruktur Listrik di Morotai
Kamis / 02-07-2026, 09:55 WIB
Peralatan Militer Pertama Board of Peace Tiba di Pangkalan ISF Gaza
Kamis / 02-07-2026, 09:55 WIB
Kemenko Pangan dan IDSurvey Dorong Transformasi Pelabuhan Hijau dan Cerdas
Kamis / 02-07-2026, 09:50 WIB
Rekor 72 Bulan Surplus Neraca Dagang Tamat, Lampu Kuning Ekonomi RI?
Kamis / 02-07-2026, 09:50 WIB
Harga Vinfast MPV 7 Rp329 Juta Hanya untuk 2.000 Konsumen Pertama
Kamis / 02-07-2026, 09:50 WIB






