Ekonom Ungkap 3 Kunci Ekonomi Digital RI agar Bersaing Global
Ekonom dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Rony P Sasmita, menyoroti tiga kunci utama yang harus diperhatikan para kreator dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.
Menurut Rony, tantangan ke depan bukan lagi soal tumbuh atau tidak, melainkan siapa yang akan menang dalam kompetisi global.
>>> Fajar Noor Rilis Album Perdana "Sementara, Selamanya", Ceritakan Siklus Cinta
Kreator Indonesia kini tidak hanya bersaing di pasar domestik, tetapi langsung dengan kreator dari seluruh dunia.
Kualitas dan Diferensiasi Produk
Kunci pertama adalah kualitas dan diferensiasi produk.
Rony menekankan perlunya kreator Indonesia naik kelas dari sekadar konten viral menjadi konten yang memiliki nilai tambah dan identitas kuat.
Ia melihat prospek pertumbuhan kreator di sektor ekonomi digital Indonesia masih sangat besar dan berada pada fase awal.
Indonesia memiliki keunggulan demografi dengan dominasi generasi muda, jumlah pengguna internet tinggi, serta pusat talenta kreatif yang tersebar dari daerah.
>>> Menko AHY: Tanggul Laut Pantura Dikombinasikan dengan Mangrove
Monetisasi dan Kolaborasi
Kunci kedua adalah kemampuan monetisasi produk. Rony menyarankan kreator untuk berkolaborasi dengan sektor lain guna memperkaya model produk.
Ia menegaskan bahwa ketergantungan pada pendapatan iklan platform saja tidak cukup. Diperlukan diversifikasi seperti kemitraan merek, produk sendiri, dan keanggotaan.
Peran Negara sebagai Enabler
Kunci ketiga adalah kehadiran negara.
Rony menekankan pentingnya negara bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai enabler yang memastikan ekosistem ekonomi digital tumbuh sehat dan kompetitif.
Ia menilai langkah memasukkan pekerjaan konten kreator ke dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 dan kewajiban memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sudah tepat.
>>> Persib Bandung Resmi Berpisah dengan Bek Italia Federico Barba
Menurutnya, ekonomi digital khususnya kreator konten bukan lagi aktivitas sampingan, melainkan sektor ekonomi dengan nilai besar yang perlu diakui dan diadministrasikan negara.
Update Terbaru
Mexico Perpanjang Rekor Dominan di Estadio Ciudad de Mexico pada Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:45 WIB
Prancis vs Paraguay di 16 Besar Piala Dunia 2026, Mbappe Kejar Messi
Rabu / 01-07-2026, 08:45 WIB
Mantan Kepala Angkatan Darat Israel Eisenkot Kampanyekan Lengserkan Netanyahu
Rabu / 01-07-2026, 08:45 WIB
Rudi Garcia Bela Skuad Belgia Jelang Lawan Senegal di Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:43 WIB
HUT ke-75, IBI Jatim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Ibu dan Anak
Rabu / 01-07-2026, 08:43 WIB
Alannah Keyser Bicara soal Hujatan Akibat Video Ucapan Rasis
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Cara Buat Username WhatsApp: Aturan dan Langkahnya
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
7 Tanda Ginjal Bermasalah yang Bisa Terlihat di Kulit
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Komparasi JETOUR T1 dan Pesaingnya: Mana yang Lebih Unggul?
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Daftar 6 Tim Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Rob Kardashian Tersenyum Lebar di Foto Keluarga Langka
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Dilema Pajak JHT: Haruskah Tabungan Hari Tua Tetap Dipotong Pajak?
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Polisi Diserang saat Selamatkan Wanita yang Disekap Eks Pacar di Kendari
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
Rabu / 01-07-2026, 08:36 WIB






