Apindo Dorong Jawa Tengah Jadi Hub Investasi Asia
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan tersebut dan menegaskan komitmennya menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan kekuatan industri Jawa Barat dan Jawa Timur.
>>> Rano Karno: Sejarah Ulama Jakarta Perlu Dihidupkan Kembali
Menurut dia, Jawa Tengah memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kondisi sosial yang aman dan kondusif, biaya tenaga kerja yang kompetitif, dukungan pendidikan vokasi melalui SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK), serta komitmen pemerintah daerah dalam mengawal regulasi, infrastruktur, dan kemudahan berusaha.
Terkait penguatan sektor logistik, Ahmad Luthfi mengatakan revitalisasi pelabuhan telah diajukan kepada pemerintah pusat.
Selain itu, pengembangan Dry Port Batang juga telah memperoleh persetujuan sebagai bagian dari penguatan ekosistem investasi di Jawa Tengah.
Dewan Pakar Apindo Anton J Supit menilai momentum percepatan investasi perlu diperkuat melalui perluasan akses pasar global.
Salah satunya melalui penyelesaian dan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang diyakini dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi sekaligus basis ekspor.
Anton juga mengusulkan pembentukan tim kecil yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bappenas, dan Apindo guna mengawal berbagai agenda strategis yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Agenda tersebut mencakup pengembangan pelabuhan, penguatan logistik, konektivitas kawasan industri, serta percepatan investasi prioritas.
Menurut dia, dengan dukungan kebijakan yang konsisten, perbaikan sistem logistik yang terintegrasi, penguatan rantai pasok industri, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha, Jawa Tengah berpeluang menjadi pusat investasi paling kompetitif di Indonesia.
>>> PLN Terapkan Manajemen Beban Listrik di Jawa Akibat Gangguan Pembangkit
Selain itu, provinsi tersebut juga bisa menjadi contoh transformasi ekonomi daerah yang mampu menarik investasi global, menciptakan lapangan kerja produktif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Update Terbaru
FIFA Temukan 89 Ribu Cacian di Piala Dunia 2026, Naik 13 Kali Lipat
Kamis / 02-07-2026, 00:21 WIB
Babak I: RD Kongo Cetak Gol Cepat, Inggris Tertinggal 0-1
Kamis / 02-07-2026, 00:21 WIB
My Neighbor Totoro Kembali ke Bioskop AS untuk Lima Malam di Bulan Juli
Kamis / 02-07-2026, 00:21 WIB
Sony Konfirmasi Produksi Cakram Game PlayStation Berakhir pada 2028
Kamis / 02-07-2026, 00:21 WIB
My Hero Academia in Concert Rilis Video Perdana Jelang Tur Dunia Musim Gugur
Kamis / 02-07-2026, 00:20 WIB
Oblivion Remastered di Switch 2 Dikonfirmasi 1080p/30 FPS dengan DLSS
Kamis / 02-07-2026, 00:20 WIB
Sony Hentikan Produksi Cakram Fisik untuk Game Baru Mulai 2028
Kamis / 02-07-2026, 00:20 WIB
Bintik Merah Kecil di Luar Angkasa Ternyata Bintang Lubang Hitam Tersembunyi
Kamis / 02-07-2026, 00:20 WIB
Mantan Tentara AS Divonis Mencuri MRE Senilai Rp17 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 00:16 WIB
5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik untuk Multitasking di 2026
Kamis / 02-07-2026, 00:16 WIB
Samsung Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra Dikabarkan Meluncur September
Kamis / 02-07-2026, 00:16 WIB
Samsung Bocorkan Tanggal Peluncuran Galaxy Z Flip 8 dan Z Fold 8
Kamis / 02-07-2026, 00:16 WIB
Fakta Mengejutkan tentang Kupu-Kupu yang Mengubah Cara Pandang Anda
Kamis / 02-07-2026, 00:15 WIB
Ilmuwan Akhirnya Ungkap Alasan Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Tertentu
Kamis / 02-07-2026, 00:15 WIB






