Wagub Gorontalo Harap Rembuk Utama KTNA Hasilkan Rekomendasi Pertanian Maju
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie berharap Rembuk Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan visioner.
Idah menyampaikan hal itu saat membuka Rembuk Utama KTNA di Gorontalo, Jumat. Ia menilai forum tersebut menjadi ruang strategis bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
>>> Kementrans Ajak Kemendikdasmen Sinergikan Program TEP dan Relawan Mengajar
Menurut Idah, petani dan nelayan memiliki peran penting sebagai penjaga kedaulatan bangsa karena memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Ia mengatakan berbagai persoalan yang dihadapi petani dan nelayan saat ini perlu dijawab melalui peningkatan konektivitas, inovasi, serta kebijakan yang memberikan kepastian usaha.
Selain itu, diperlukan berbagai terobosan agar nilai tambah hasil pertanian dan perikanan dapat dinikmati secara optimal oleh petani dan nelayan di dalam negeri.
Idah menegaskan masa depan pertanian Indonesia tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan serta mendorong regenerasi pelaku usaha di sektor tersebut.
"Masa depan pertanian Indonesia bukan hanya soal meningkatnya produksi saja, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan serta memastikan generasi muda tertarik menjadi petani dan nelayan modern," ujarnya.
>>> Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Jonathan David Samai Lionel Messi
Ia menilai PENAS XVII harus menjadi momentum untuk memperkuat transformasi sektor pertanian dan perikanan menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan PENAS XVII, Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian dan perikanan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi, dan kolaborasi pemangku kepentingan.
Rembuk Utama KTNA merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian PENAS XVII.
Forum ini mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai daerah untuk membahas isu strategis pembangunan pertanian dan perikanan nasional.
Hasil rembuk akan disusun menjadi rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
>>> Pemkab Tapsel dan Lembaga Konservasi Dukung Restorasi Masyarakat di Batang Toru
PENAS XVII diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia, terdiri atas unsur utama petani, nelayan, dan petani hutan, serta perwakilan penyuluh, peneliti, pihak swasta, dan pemerintah.
Update Terbaru
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Ini 5 Alasannya
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Gandeng Ulama, Pemkot Surabaya Targetkan Cakupan Imunisasi Anak Tembus 90 Persen
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Deschamps Beri Hormat Khusus Usai Mbappe Bikin Dua Gol ke Gawang Swedia
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vasektomi Tak Ganggu Fungsi Seksual Pria, Ini Penjelasan Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi hingga 2028
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Inggris Siapkan Adu Penalti Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Nano Machine Chapter 319 Siap-Siap Panas! Ini Hal yang Perlu Diingat
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya
Rabu / 01-07-2026, 12:57 WIB
Beli Tiket ARTJOG 2026 Lewat BRImo, Dapat Diskon 15 Persen
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
DPR Hormati Putusan MK yang Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Cara Cek Tilang Elektronik ETLE Online via HP, Jangan Sampai STNK Diblokir
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB






