Kementerian P2MI Jajaki Perluasan Sektor Kerja Pekerja Migran di Jerman
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjajaki perluasan kerja sama penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke sektor baru bersama GIZ International Services.
Pertemuan berlangsung di Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026.
>>> BPBD Kotawaringin Timur Waspadai Kekeringan dan Karhutla Akibat Kemarau Ekstrem
Langkah ini bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Jerman sekaligus mendiversifikasi bidang penempatan yang selama ini didominasi sektor kesehatan.
Kedua pihak mengevaluasi Program Triple Win dan membahas peluang keterlibatan lembaga internasional dalam program vokasi nasional.
Fokus pada Penguatan Kemitraan Strategis
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menyatakan pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kemitraan strategis kedua negara.
"Pertemuan tadi membahas penguatan kerja sama Indonesia dan Jerman terkait penempatan pekerja migran Indonesia," kata Christina, Jumat, 19 Juni 2026.
Pemerintah menilai diversifikasi ke sektor-sektor baru sangat krusial untuk mengoptimalkan potensi pekerja domestik yang memiliki sertifikasi kompetensi global.
>>> OnePlus Pad 3 Pro Resmi Meluncur dengan Baterai 13.380mAh
"Diversifikasi sektor penempatan penting dilakukan untuk membuka lebih banyak peluang bagi pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, termasuk Jerman," jelas Christina.
Selain perluasan sektor, Kementerian P2MI mendorong keterlibatan GIZ dalam Program SMK Go Global. Program ini bertujuan mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar internasional.
"Keterlibatan berbagai mitra internasional penting untuk memperkuat kualitas pelatihan, sertifikasi, serta konektivitas dengan dunia kerja global," ujar Christina.
Kendala utama yang dihadapi adalah standarisasi kemampuan bahasa Jerman yang bervariasi di setiap lini industri. Sektor kesehatan memerlukan kualifikasi bahasa yang lebih tinggi dibanding sektor jasa.
Christina menambahkan, pertemuan ini menjadi langkah awal memperluas ruang kolaborasi Indonesia-Jerman dalam pengembangan tenaga kerja terampil.
>>> Menkum: Ekstradisi Paulus Tannos Diputuskan Agustus 2026
Hal ini sekaligus membuka peluang penempatan yang lebih beragam bagi PMI di masa mendatang.
Update Terbaru
Sosok di Balik Mafia Pentol Diduga Terseret Dugaan Penipuan Supplier MBG, Korban Klaim Rugi Rp400 Juta
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Paket Upgrade Red Bull Beri Peningkatan Performa Signifikan di GP Austria
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Montgomery County Umumkan Perubahan Jadwal Libur Hari Kemerdekaan
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Gadi Eisenkot: Kandidat PM Israel yang Jadi Ancaman Terbesar Netanyahu
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Wamen Investasi Ajak Pengusaha Australia Perluas Investasi di Sektor Strategis
Kamis / 02-07-2026, 18:01 WIB
Penjualan Caroline.id Naik 51%, ASLC Percepat Ekspansi dan Branding
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
7 Fakta Wang Zhi One Piece, Bajak Laut Paling Misterius
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur Usai Jebol Ventilasi Udara
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Pertamina Urus Izin Kapal Pride untuk Lewati Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Jadwal Siaran Langsung Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Komisi II DPR Kritik Benny Demokrat soal Isu Pembatasan Usung Capres
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
TOP 35 Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026 ada Arisan yang Salip Lautan Cinta
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Seminggu Tak Membuka Samsung Galaxy Z Flip 7, Saya Justru Menyukainya
Kamis / 02-07-2026, 17:56 WIB






