Dilema Politik Harga Murah di Tengah Pelemahan Rupiah
Kebiasaan lama Indonesia dalam pengelolaan ekonomi adalah menjaga harga tetap terkesan murah. Contohnya, harga BBM ditahan, tarif listrik dijaga, LPG 3 kg dipertahankan, dan harga pangan terus distabilisasi.
Secara politis, langkah ini mudah dipahami. Harga murah membuat masyarakat lebih tenang dan daya beli terlihat terlindungi.
>>> Roberto Martinez Dikritik Gagal Ganti Ronaldo saat Portugal Ditahan Kongo
Namun, harga murah tidak selalu berarti biaya ekonominya benar-benar murah. Sering kali, biaya dipindahkan ke APBN, BUMN, utang, atau ruang fiskal masa depan.
Dilema di Tengah Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah membuat impor lebih mahal. Energi, pangan, bahan baku industri, dan komponen produksi banyak terkait dolar AS.
Jika harga jual dalam negeri tetap ditahan, selisih biaya tidak hilang. Selalu ada pihak yang harus menanggungnya.
Subsidi penting untuk melindungi kelompok miskin dan rentan.
Masalah muncul ketika subsidi berubah menjadi politik harga murah yang terlalu lebar, terlalu lama, dan kurang tepat sasaran.
Dalam teori ekonomi publik, kondisi ini dekat dengan fiscal illusion. Masyarakat merasakan manfaat harga murah, tetapi tidak melihat biaya fiskal di balik kebijakan tersebut.
Ada juga konsep price distortion. Harga yang ditahan di bawah harga keekonomian mengaburkan sinyal pasar dan membuat konsumen tidak terdorong menghemat energi.
Beban Fiskal dan Keadilan Subsidi
Dalam RAPBN 2026, total subsidi diproyeksikan sekitar Rp 318,9 triliun, dengan subsidi energi sekitar Rp 210,1 triliun.
Ini adalah keputusan fiskal besar yang memengaruhi ruang belanja negara.
Subsidi berbasis komoditas sering tidak tepat sasaran.
>>> Menteri ESDM Pastikan Pasokan Listrik Nasional Aman, Tak Ada Pemadaman
Kelompok yang mampu juga ikut menikmati, sehingga APBN membayar harga murah untuk mereka yang sebenarnya sanggup membayar lebih wajar.
Update Terbaru
Pimpinan BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal, Karyawati Mengaku Alami Tekanan Psikologis
Rabu / 01-07-2026, 15:16 WIB
Usai Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Kirim Pesan Tegas ke Jakmania
Rabu / 01-07-2026, 15:15 WIB
Jang Yoon Jung Buka Suara Usai Ibu Kandung Terseret Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Giselle dan Ningning Aespa Tunjukkan Tindik Pusar Serasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Polri Kawal Isu PHK, 4.216 Buruh Diklaim Bisa Kerja Lagi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
BPS Catat Harga Oli dan Bensin Jadi Pendorong Inflasi Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Bos Maktour Tak Hadiri Pemeriksaan KPK karena di Luar Negeri
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Siapa Anak dan Istri Dadi Yudistira? Eks Gitaris Superglad yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Rabu / 01-07-2026, 15:13 WIB
Penyebab Kematian Daveigh Chase Terungkap, Komplikasi AIDS Jadi Penyebab Utama
Rabu / 01-07-2026, 15:11 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
NASA Janji Terbangkan Bola ke Bulan Jika Timnas AS Juara Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
PDIP: Putusan MK Hentikan Wacana Pilkada Lewat DPRD
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
Menteri Israel Usul Relokasi Warga Palestina dari Gaza, Mossad Terlibat
Rabu / 01-07-2026, 15:08 WIB






