Subsidi ¥1,5 Miliar untuk DeNA Picu Perdebatan Publik di Jepang
Keputusan Jepang memberikan subsidi sekitar ¥1,5 miliar (US$9,3 juta) kepada DeNA memicu perdebatan luas di media sosial.
Banyak yang mempertanyakan apakah uang pajak seharusnya dialirkan ke perusahaan game besar di balik Pokémon Trading Card Game Pocket.
>>> Valve Hapus Klaim 4K 60 FPS Steam Machine Setelah Perdebatan Performa
Pendanaan ini diumumkan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) sebagai bagian dari inisiatif IP360.
Program ini bertujuan memperkuat industri hiburan Jepang dengan mendukung proyek kekayaan intelektual berskala besar yang mampu bersaing di pasar global.
DeNA Terpilih dalam Program Pengembangan IP360
Menurut The Nikkei dan METI, DeNA terpilih pada putaran pertama penerima dukungan di kategori "Dukungan Umum untuk Produksi Skala Besar".
Inisiatif ini membantu kreator konten Jepang mengembangkan IP hiburan yang kompetitif secara internasional.
DeNA bergabung dengan penerbit game besar Jepang lainnya seperti SEGA, Konami, Square Enix, Koei Tecmo, dan Arc System Works.
Perusahaan ini dikenal luas berkat pengembangan Pokémon Trading Card Game Pocket bersama The Pokémon Company dan Creatures Inc.
Pengumuman subsidi ini pertama kali dilaporkan The Nikkei dan kemudian menyebar luas di X, memicu diskusi panas.
Banyak kritik menyoroti apakah perusahaan publik yang menguntungkan pantas menerima bantuan keuangan besar dari pembayar pajak.
Salah satu tanggapan yang banyak dibagikan mengatakan, "Museum Nasional melakukan crowdfunding, jika Anda punya uang sebanyak itu, mengapa tidak mendukung museum saja?"
>>> Sony Mulai Bicarakan PS6, Isyaratkan Harga Sangat Mahal
Pengguna lain mempertanyakan prioritas pemerintah, "Mengapa pajak kami mengalir ke perusahaan besar yang bahkan tidak kesulitan?"
Hiroyuki Nishimura, pendiri 2channel dan pemilik 4chan, berkomentar di X, "Di era di mana game indie solo semakin populer, pemerintah Jepang menuangkan 1,5 miliar yen ke pengembang game mobile publik."
Update Terbaru
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB






