Wamenkomdigi Ingatkan Bahaya Penipuan Digital Berbasis Realitas Sintetik AI
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti peningkatan risiko penipuan digital yang semakin kompleks akibat pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) oleh pelaku kejahatan siber.
Menurutnya, perkembangan AI kini memicu kemunculan realitas sintetik yang membuat masyarakat awam kesulitan membedakan konten asli dengan rekayasa.
>>> Airlangga Minta Bank BUMN Tahan Kenaikan Suku Bunga Kredit
Modus penipuan online atau scam tersebut memanfaatkan teknologi deepfake yang mampu meniru wajah, suara, hingga video target dengan tingkat kemiripan sangat tinggi demi memalsukan identitas korban.
"Awamnya masyarakat kita tentang perkembangan AI ini membuat banyak yang terkecoh. Itu sebabnya scam saat ini luar biasa," kata Nezar Patria.
Pentingnya Literasi Digital dan Tata Kelola AI
Peningkatan literasi digital dinilai menjadi langkah krusial agar publik menyadari bahwa materi digital yang beredar tidak selalu mencerminkan fakta di lapangan.
Di sisi lain, lompatan teknologi dari generative AI menuju agentic AI membawa kekhawatiran baru karena sistem ini mampu menalar dan mengambil keputusan secara mandiri.
"Banyak pakar mengusulkan agar dilakukan satu protokol yang cukup ketat, termasuk menerapkan prinsip human in the loop dalam decision making," jelas Nezar.
>>> Airlangga Minta Bank Himbara Tahan Kenaikan Suku Bunga Kredit
Keterlibatan pengawasan manusia dalam porsi besar dinilai krusial untuk keputusan yang berdampak luas bagi publik.
Langkah ini perlu diperkuat dengan penerapan etika transparansi, akuntabilitas, dan keamanan sejak awal perancangan sistem.
"Transparency, accountability, safety, itu harus hadir di dalam implementasi, di dalam mengembangkan satu produk AI," tegas Nezar.
Pemerintah kini terus mendorong kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pengembang, industri, dan pengguna dalam merumuskan tata kelola teknologi tersebut.
>>> Dominasi Riset Universitas AS Mulai Tergerus di QS Rankings 2027
"Semoga kita bisa merumuskan langkah-langkah yang tepat dan pemikiran dari forum ini mungkin bisa menjadi pertimbangan-pertimbangan dalam membuat satu kebijakan AI yang etis di Indonesia," pungkas Nezar.
Update Terbaru
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Remow's 'It's Anime' Tayangkan My Stepmother and Stepsisters Aren't Wicked di YouTube
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Krejcikova Singkirkan Andreeva di Wimbledon, Djokovic Hadapi Tsitsipas
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Bruins Rekrut Clifton dan Harris untuk Perkuat Lini Pertahanan
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Jett Harrison, Adik Marvin Harrison Jr., Resmi Bergabung dengan Ohio State
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton Berkat Suporter AS
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Hakim Persingkat Waktu Tanggapan Trump dalam Kasus Carroll
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
AS Tangkap Mantan Pejabat Kuba Carlos Antonio Lloga Dominguez
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Boston Bruins Perkuat Lini Pertahanan dengan Clifton dan Harris
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Panduan Konversi BBM ke Gas untuk Kendaraan: Hemat 50-70% Biaya Bahan Bakar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
BPS: Inflasi April 2026 Melandai ke 0,13%, Neraca Dagang Surplus USD 3,53 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB






