Dominasi Riset Universitas AS Mulai Tergerus di QS Rankings 2027
Daya saing pendidikan tinggi Amerika Serikat mulai tergeser oleh universitas dari China dan negara lain dalam aspek perlombaan talenta internasional serta kesenjangan riset global.
Hal itu terungkap dalam laporan QS World University Rankings 2027 yang dirilis pada Kamis, 18 Juni 2026.
>>> 4 Rekomendasi Tablet Mini Terbaik di Indonesia, Praktis untuk Mobilitas
Jumlah universitas AS yang menempati peringkat 100 besar dunia menyusut dari 32 menjadi 26 institusi dalam satu dekade terakhir.
Meskipun demikian, negara tersebut masih memimpin dalam indikator kesiapan kerja lulusan.
"Amerika Serikat terus memimpin dunia dalam QS World University Rankings 2027," kata Jessica Turner, CEO QS.
Namun, tren jangka panjang memperlihatkan institusi global lain perlahan mulai mengejar posisi dominan yang dipegang oleh AS.
Beberapa institusi papan atas AS masih mempertahankan peringkat teratas mereka.
Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil mempertahankan posisi sebagai universitas nomor satu di dunia selama 15 tahun berturut-turut.
Presiden MIT Sally Kornbluth menyebut keberhasilan itu berasal dari fokus jangka panjang pada prestasi, standar keunggulan intelektual dan kreatif tertinggi, serta antusiasme dalam menghadapi masalah tersulit umat manusia.
Namun, ia juga menyoroti dampak penurunan dana federal terhadap aktivitas riset di MIT sebagai "kerugian yang mencolok bagi salah satu komunitas riset paling berpengaruh dan produktif di dunia."
Data pemeringkatan menunjukkan Stanford, Harvard, dan California Institute of Technology (Caltech) secara berurutan menempati peringkat kedua bersama, kelima, dan ketujuh dunia.
Hasil ini membuat AS dan Inggris sama-sama mendominasi sepuluh besar global dengan masing-masing menempatkan empat universitas.
Secara umum, institusi AS memimpin posisi pertama pada lima dari sembilan indikator utama QS, termasuk reputasi pemberi kerja serta hasil kerja lulusan yang dipimpin oleh Harvard University.
Update Terbaru
Sony Konfirmasi PS3 PlayStation Store Tutup Global pada 2027
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Epic Games Capai Kesepakatan dengan Pembocor Fortnite, Larang Akses Data Rahasia
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Fosil Texas Ungkap Predator Laut Purba Baru, Tylosaurus rex
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Alexandra Eala Kalahkan Iga Swiatek di Wimbledon, Swiatek Jatuh ke Peringkat 6
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Empat Negara Buka Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Valkyries Incar Kemenangan Keempat Beruntun Lawan Dream
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Kelly Ripa Khawatir dengan David Muir yang Akan Siaran 24 Jam
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Chris Evert dan Martina Navratilova Hadapi Kanker dalam Film Dokumenter Baru
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Jasa Marga Perkuat Layanan Pelanggan, Libatkan Rhenald Kasali dan Mohammed Ali Berawi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Lontong Wu Fu dan Tarian Topeng Meriahkan Perayaan Thay Shang Lao Jun di Kelenteng Tian Fu Gong
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Berkorelasi dengan Pencegahan Korupsi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Menghubungkan Titik-Titik: Mewujudkan Pemerintahan Digital di Indonesia
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Pramono Anung Andalkan Ekonomi Kreatif sebagai Motor Pertumbuhan Baru Jakarta
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
PMI Indonesia Merosot ke Zona Kontraksi, Vietnam Justru Naik Kelas
Minggu / 05-07-2026, 00:14 WIB







