Bank Sampoerna Buka Opsi Merger Antisipasi Rencana Kebijakan OJK
PT Bank Sahabat Sampoerna membuka peluang untuk melakukan merger atau menggandeng investor baru.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menghapus kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1.
>>> Kasus Pemain Naturalisasi Ilegal Picu Pembersihan Massal di Timnas Malaysia
Manajemen mengonfirmasi langkah tersebut guna memastikan keberlanjutan usaha perbankan.
Skema penguatan modal ini dipersiapkan agar perseroan siap menaikkan kelas menjadi bank KBMI 2 yang mensyaratkan modal inti sebesar Rp 6 triliun hingga Rp 14 triliun.
Diskusi Internal Pemegang Saham
Direktur Information Technology Bank Sampoerna Hendra Rahardja menjelaskan bahwa para pemegang saham telah memulai diskusi internal formal terkait opsi-opsi permodalan.
"Di atas (shareholders) pasti sudah mulai membahas kalau misalnya merger atau apa, cuma itu belum terlalu banyak di-spill ke manajemen," ujarnya.
Hendra menambahkan bahwa struktur permodalan saat ini masih mencatatkan rasio kecukupan modal (CAR) yang tinggi di atas 20 persen.
Hal itu membuat manajemen bersikap selektif dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit agar tidak memicu lonjakan CAR yang berlebih.
"Opsi merger pasti ada. Entah merger atau ada investor baru masuk," imbuh Hendra.
>>> Uzbekistan Kalah 1-3 dari Kolombia di Debut Piala Dunia
Kondisi kehati-hatian ini merefleksikan pengalaman perseroan saat melakukan pemenuhan ketentuan modal inti OJK terdahulu pada tahun 2022.
Peningkatan kapasitas penyaluran kredit baru dapat terealisasi sepenuhnya setelah berjalan beberapa tahun.
"Jadi penambahan modal dari Rp 1,5 triliun ke Rp 3 triliun aja kan harusnya lending kita naik 2 kali lipat tapi baru berapa tahun (bisa tercapai)," ungkap Hendra.
Di sisi lain, kebijakan regulator dilandasi oleh kebutuhan perekonomian nasional terhadap institusi perbankan yang memiliki skala usaha lebih besar.
OJK menilai bank-bank dalam kategori KBMI 1 saat ini menghadapi tekanan persaingan yang sangat ketat dari para kompetitor berkapitalisasi besar.
"Ya sebetulnya banyak pertimbangan yang kita lakukan dari teman-teman OJK, (untuk) teman-teman KBMI 1 itu.
>>> Pengamat: Inpres Jalan Daerah Perkuat Konektivitas Distribusi Pangan
Pertama memang ekonomi kita membutuhkan bank-bank yang besar, karena bank itu terus terang saja ukuran itu adalah menentukan segalanya," ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.
Update Terbaru
Potongan Panggung Jatuh Hampir Timpa Penari Saat Latihan Freedom 250
Jumat / 03-07-2026, 06:22 WIB
Taylor Frankie Paul Diwajibkan Tes Narkoba demi Hak Asuh Anak
Jumat / 03-07-2026, 06:21 WIB
Penggemar Taylor Swift Kena Sengatan Panas di Luar MSG, Butuh Bantuan
Jumat / 03-07-2026, 06:21 WIB
Susunan Pemain Portugal vs Kroasia: Ronaldo Masih Dipercaya
Jumat / 03-07-2026, 06:21 WIB
Tim Penyelamat Berjuang Evakuasi Korban Gempa di Venezuela
Jumat / 03-07-2026, 06:21 WIB
Purbaya Tegaskan Tak Akan Obral Anggaran Rp984 T untuk Semua Instansi
Jumat / 03-07-2026, 06:21 WIB
Portugal vs Kroasia: Bruno Fernandes Gagal Manfaatkan Peluang
Jumat / 03-07-2026, 06:21 WIB
Mitch McConnell Terus Membaik di Rumah Sakit, Bantah Rumor Kematian
Jumat / 03-07-2026, 06:18 WIB
Selena Gomez dan Jack Antonoff Hadiri Gladi Resik Pernikahan Taylor Swift
Jumat / 03-07-2026, 06:18 WIB
Ford Alami Penurunan Penjualan Kuartal II Meski Tawarkan Diskon Karyawan
Jumat / 03-07-2026, 06:18 WIB
Berburu Wewangian di JxB 2026? Ini Parfum Lokal yang Patut Dicoba
Jumat / 03-07-2026, 06:18 WIB
Walhi: Kebakaran TPA Jatiwaringin Bukti Kegagalan Open Dumping Sampah
Jumat / 03-07-2026, 06:18 WIB
Ronaldo Ukir Rekor Fenomenal Piala Dunia di Portugal vs Kroasia
Jumat / 03-07-2026, 06:18 WIB
HUT AS ke-250, Trump Gelar Pesta Kembang Api Besar di Mount Rushmore
Jumat / 03-07-2026, 06:17 WIB






