Kemendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran Rp40,75 Triliun untuk 2027
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Langkah ini diambil karena pagu indikatif yang ditetapkan pemerintah belum mencukupi seluruh rencana program strategis kementerian.
>>> Kemendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran Rp40,75 Triliun untuk RKP 2027
Pemerintah sebelumnya menetapkan pagu indikatif Kemendikdasmen untuk 2027 sebesar Rp58,24 triliun melalui surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Namun, alokasi dana tersebut sebagian besar sudah terserap untuk pembiayaan program prioritas nasional serta kebutuhan operasional kementerian.
Usulan Tambahan untuk Program Strategis
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa pengajuan dana tambahan ini ditujukan agar agenda pendidikan lain yang krusial tetap bisa berjalan.
"Maka kebutuhan untuk membiayai program lain kami usulkan agar mendapat tambahan anggaran," kata Abdul Mu'ti.
Surat resmi mengenai usulan penambahan dana ini telah dikirimkan oleh Kemendikdasmen sejak 27 Mei 2026.
>>> Performa Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2026 Picu Debat GOAT
Permohonan tersebut ditujukan langsung kepada Kementerian Keuangan, Bappenas, serta Kementerian Sekretariat Negara.
Dana tambahan senilai Rp40,75 triliun diproyeksikan untuk mendukung berbagai agenda strategis pendidikan nasional pada tahun 2027.
Program yang disasar meliputi wajib belajar 13 tahun, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi, revitalisasi satuan pendidikan, penanganan anak tidak sekolah (ATS), Program Indonesia Pintar (PIP), serta pemerataan layanan satu tahun prasekolah.
Selain itu, anggaran ini akan dialokasikan untuk digitalisasi pembelajaran, Sekolah Nasional Terintegrasi, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, pembelajaran mendalam (deep learning), coding dan kecerdasan artifisial (AI), Tes Kemampuan Akademik (TKA), pengembangan talenta, serta penguatan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
>>> Garena Bagikan Diamond Free Fire Gratis Lewat Kolaborasi dengan Shopee
Bidang vokasi dan kebahasaan juga menjadi target melalui peningkatan kualitas layanan SMK, pendidikan kecakapan kerja dan kewirausahaan, kemitraan industri, pelestarian bahasa daerah, serta pemartabatan dan penginternasionalan bahasa Indonesia.
Update Terbaru
XLSmart Buka 1.000 Peluang Kerja di Tengah Gelombang PHK
Minggu / 05-07-2026, 00:32 WIB
Tren Estetika Bergeser, Wajah Natural Kini Jadi Incaran Gen Z
Minggu / 05-07-2026, 00:32 WIB
10 Pukulan Luffy Paling Memuaskan di One Piece, dari Hebat hingga Legendaris
Minggu / 05-07-2026, 00:32 WIB
Sony Konfirmasi PS3 PlayStation Store Tutup Global pada 2027
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Epic Games Capai Kesepakatan dengan Pembocor Fortnite, Larang Akses Data Rahasia
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Fosil Texas Ungkap Predator Laut Purba Baru, Tylosaurus rex
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Alexandra Eala Kalahkan Iga Swiatek di Wimbledon, Swiatek Jatuh ke Peringkat 6
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Empat Negara Buka Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Valkyries Incar Kemenangan Keempat Beruntun Lawan Dream
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Kelly Ripa Khawatir dengan David Muir yang Akan Siaran 24 Jam
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Chris Evert dan Martina Navratilova Hadapi Kanker dalam Film Dokumenter Baru
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Jasa Marga Perkuat Layanan Pelanggan, Libatkan Rhenald Kasali dan Mohammed Ali Berawi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Lontong Wu Fu dan Tarian Topeng Meriahkan Perayaan Thay Shang Lao Jun di Kelenteng Tian Fu Gong
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Berkorelasi dengan Pencegahan Korupsi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB







