Slate EV Pickup: Murah, Tanpa Cat, Pembeli Disuruh Bungkus Sendiri
Slate Auto, startup kendaraan listrik asal Amerika Serikat, semakin dekat dengan produksi pikap kompak yang telah lama dinantikan.
Menjelang peluncuran model produksi pada 24 Juni, perusahaan mengungkapkan sejumlah detail baru.
>>> Mitsubishi Perlihatkan Pajero Baru ke Dealer AS, Siap Kembali sebagai Montero
Salah satu kejutan terbesar adalah bahwa semua unit Slate akan meninggalkan pabrik dengan tampilan identik, yaitu warna abu-abu polos.
Tidak ada opsi cat, tetapi pelanggan bisa memilih dari sekitar 100 desain wrap yang ditawarkan.
Namun, Slate tidak akan memasang wrap tersebut. Pembeli harus melakukannya sendiri atau menyewa ahli.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Slate untuk menekan biaya produksi.
Strategi Hemat Biaya
Selain tanpa cat, Slate juga menggunakan panel bodi plastik murah sehingga tidak perlu investasi pada peralatan stamping logam yang mahal.
>>> Chevy C10 Klasik Ini Ternyata Silverado Baru, Harganya Rp7 Miliar
Pembeli juga bertanggung jawab memasang sendiri aksesori yang dipesan.
Slate menjanjikan pemasangan mudah dengan bantuan aplikasi khusus yang memberikan petunjuk dan tingkat kesulitan. Bagi yang tidak percaya diri, tersedia jaringan RepairPal untuk memasang komponen.
Harga pasti belum diumumkan, tetapi diperkirakan mulai dari pertengahan 20 ribuan dolar.
Slate melaporkan reservasi sudah mencakup tahun pertama produksi, meskipun belum diketahui berapa banyak yang akan dikonversi menjadi pesanan.
Perusahaan tidak memiliki dealer atau ruang pamer, dan berencana menjual pikap listriknya di seluruh 50 negara bagian.
>>> Tesla Kuasai Lebih dari Setengah Pasar EV AS, Saingan Banyak yang Tumbang
Detail lebih lanjut akan diumumkan pada 24 Juni, saat pemesanan awal dibuka dengan uang muka $300.
Update Terbaru
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






