Dokter Paru Ingatkan Bahaya Karbon Monoksida Saat Berkemah
Satu keluarga ditemukan tewas akibat menghirup gas karbon monoksida saat berkemah di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, pada Selasa (16/6/2026).
Peristiwa tragis ini memicu peringatan dari pakar kesehatan tentang pentingnya keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka.
>>> Pemprov Bali Perkuat Aksesibilitas Transportasi Bandara Ngurah Rai
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof Tjandra Aditama SpP, menekankan bahwa kegiatan luar ruangan seperti glamping tetap harus mengutamakan faktor keselamatan.
Risiko Mematikan Alat Pembakaran di Dalam Tenda
Ancaman fatal muncul ketika wisatawan memasukkan peralatan pembakaran ke dalam tenda untuk menghalau udara dingin tanpa memahami risikonya.
"Kalau tidur di dalam glamping, di dalam satu kamar dan tidak ada bahan yang membuat pembakaran di situ, maka tentu tidak apa-apa.
Masalahnya kan kompornya dibawa masuk ke dalam atau pemanasnya," ujar Prof Tjandra saat dihubungi detikcom, Selasa (16/6/2026).
"Nah sementara ruangan tertutup rapat, maka bukan tidak mungkin si pemanas itu, apalagi kalau yang dibakar adalah arang, maka dia mengeluarkan gas CO dan gas CO itu yang dihisap," jelasnya.
>>> Haaland Cetak Dua Gol, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Penumpukan gas karbon monoksida dari pembakaran arang atau kompor di area tertutup akan langsung mengontaminasi aliran darah dan menghilangkan pasokan oksigen.
Kondisi ini memicu hipoksia hingga asfiksia, yaitu keadaan saat seluruh organ tubuh kekurangan oksigen yang berujung kematian.
Gejala seperti sakit kepala atau mual sebenarnya muncul sebagai peringatan jika korban dalam keadaan sadar.
Namun, sistem pertahanan tubuh lumpuh total jika paparan gas beracun terjadi saat korban tertidur.
"Sebenarnya pertanyaannya kalau orangnya sadar, maka pada waktu oksigennya tidak ada, maka dia bisa merasa sakit napas, atau mungkin sakit kepala, atau mungkin mual muntah sehingga dia kemudian sadar ini kenapa ya, dia bisa mencari pertolongan.
>>> Norwegia Hajar Irak 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Tetapi yang terjadi adalah di banyak tempat, orang itu tertidur di dalam ruangan yang tertutup rapat," papar Prof Tjandra.
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






