Mengenal Sejarah Hari Penegakan Kedaulatan Negara Setiap 1 Maret
Indonesia memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara setiap tanggal 1 Maret. Hari besar nasional ini pertama kali disahkan dan mulai diperingati secara resmi pada tahun 2022.
Peringatan ini bertujuan mengenang kembali perjuangan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan tanah air. Upaya mempertahankan kemerdekaan dilakukan setelah proklamasi 17 Agustus 1945.
>>> PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk Siapkan Strategi Perbaikan Kinerja 2026
Penetapan hari nasional ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
Regulasi tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 24 Februari 2022, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pengusul utama.
Hari Penegakan Kedaulatan Negara menitikberatkan pada perjuangan kolektif yang melibatkan TNI, kepolisian, laskar, ulama, pelajar, hingga warga sipil.
Pergerakan semesta melawan penjajah berjalan di bawah kepemimpinan para tokoh bangsa.
Tokoh kunci yang memimpin pergerakan tersebut antara lain Sukarno, Mohammad Hatta, Jenderal Soedirman, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan Syafruddin Prawiranegara.
Momentum sejarah ini berakar dari peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berpusat di Yogyakarta.
Peristiwa itu menjadi bukti autentik bagi dunia internasional mengenai eksistensi dan ketangguhan angkatan perang Indonesia.
Aksi militer tersebut menjadi jawaban untuk mematahkan upaya rekolonisasi Belanda melalui Agresi Militer II.
>>> Warren Buffett Ungkap Filosofi Mr Market untuk Hadapi Gejolak Saham
Meskipun para pemimpin pemerintahan ditangkap dan diasingkan, perlawanan bersenjata dan diplomasi tetap berjalan di berbagai daerah.
Wilayah Bangka Belitung dan Sumatera Barat memegang peran krusial dalam sejarah ini. Kedua daerah menjadi lokasi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia sekaligus tempat pengasingan para tokoh utama.
Keberhasilan serangan dan bertahannya sistem pemerintahan darurat membuka mata dunia internasional. Dukungan global terhadap kedaulatan penuh Indonesia terus mengalir setelah peristiwa tersebut.
Update Terbaru
Kota Bizantium yang Hilang Ditemukan Kembali di Oasis Dakhla, Mesir
Minggu / 05-07-2026, 04:35 WIB
Pesan Lionel Messi untuk Kiper Cape Verde Vozinha Usai Duel Sengit
Minggu / 05-07-2026, 04:35 WIB
Loud Budgeting: Tren Gen Z Kelola Uang dengan Terbuka
Minggu / 05-07-2026, 04:35 WIB
Pakistan Hadapi Tantangan Keamanan Pangan usai Penolakan Beras oleh UE
Minggu / 05-07-2026, 04:35 WIB
Denny Hamlin Raih Pole Position di Chicagoland Speedway, Kalahkan Kyle Larson
Minggu / 05-07-2026, 04:32 WIB
Regulator Tarik 100.000 Kembang Api Winco Jelang 4 Juli
Minggu / 05-07-2026, 04:32 WIB
Andy Roddick Ungkap David Ferrer Merokok Usai Bertanding
Minggu / 05-07-2026, 04:32 WIB
Film The Odyssey Karya Christopher Nolan Picu Lonjakan Permintaan Tiket
Minggu / 05-07-2026, 04:28 WIB
Boston Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Konser Pops dan Drone Bersejarah
Minggu / 05-07-2026, 04:27 WIB
Ekonom Senior: Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam yang Dulu Rakyatnya Mengungsi
Minggu / 05-07-2026, 04:27 WIB
Mojtaba Khamenei Tak Hadir di Pemakaman Ayahnya, Spekulasi Kesehatan Menguat
Minggu / 05-07-2026, 04:23 WIB
Trump Klaim AS Menang Perang Lawan Iran Saat Teheran Berduka
Minggu / 05-07-2026, 04:23 WIB
Casio Luncurkan Jam Tangan GBX-H5600KI-5 dengan Sensor Detak Jantung dan Prakiraan Pasang Surut
Minggu / 05-07-2026, 04:23 WIB
Samsung Siap Produksi Chip AI Khusus Lewat Kolaborasi Baru pada 2026
Minggu / 05-07-2026, 04:14 WIB







