Bursa Saham AS Menguat Didorong Kesepakatan Awal Washington dan Teheran
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, setelah Washington dan Teheran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah serta membuka kembali Selat Hormuz.
Kabar tersebut memicu penurunan tajam harga minyak mentah lebih dari 5% ke level terendah sejak Maret 2026, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
>>> SKB 3 Menteri Tetapkan Hari Libur Nasional Maret 2026: Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan
Pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 162,3 poin atau 0,32% ke 51.364,55, sementara indeks S&P 500 menguat 1,15% ke 7.516,75 dan Nasdaq Composite melonjak 2,16% ke 26.447,23.
Meski demikian, kerangka kesepakatan tersebut belum mencakup sejumlah isu utama, termasuk program nuklir Iran dan konflik antara Israel dan Lebanon.
Kesepakatan formal dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang.
Penurunan harga minyak menjadi sentimen positif bagi saham-saham yang sensitif terhadap biaya energi, seperti maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar.
Saham United Airlines naik 4,5% dalam perdagangan premarket, Delta Air Lines dan American Airlines masing-masing menguat sekitar 4%, sementara Norwegian Cruise Line dan Carnival Corp juga naik sekitar 4%.
Sebaliknya, saham perusahaan energi tertekan akibat pelemahan harga minyak, membuat saham Exxon Mobil dan Chevron masing-masing turun sekitar 3%.
Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth mengatakan, penurunan harga energi berpotensi meredakan tekanan inflasi sehingga membuka ruang bagi bank sentral AS untuk melonggarkan kebijakan moneternya di masa mendatang.
"Harapannya, tekanan inflasi bisa berkurang dan pada akhirnya Federal Reserve memiliki ruang untuk memangkas suku bunga. Meskipun masih terlalu dini, sentimen itu membantu pasar saham bergerak positif," ujarnya.
Update Terbaru
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






