Indonesia dan UEA Sepakat Perkuat Kerja Sama Investasi di Pangan dan Infrastruktur
Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui perluasan investasi di bidang ketahanan pangan dan pengembangan infrastruktur.
Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan di Jakarta pada Rabu (10/6) yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri, dan Chief Strategy Officer Louis Dreyfus Company (LDC) Thomas Couteaudier.
>>> Shopee Tetapkan Syarat Aktivasi SPayLater yang Wajib Dipenuhi Pengguna
Airlangga menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti LDC untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia.
"Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan rantai pasok nasional," ujar Airlangga.
Implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) menjadi instrumen penting untuk mendongkrak volume perdagangan dan investasi.
UEA merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap operasional LDC yang telah berbisnis di Indonesia selama 25 tahun.
>>> Evan Marvino Berharap Pertahankan Rumah Tangga Usai Dituduh KDRT
Dukungan ini guna memastikan keberlangsungan ekspansi korporasi asal UEA tersebut.
Airlangga menegaskan bahwa kedua pihak sepakat memperkuat sinergi investasi, memfasilitasi kepastian usaha bagi investor strategis, serta mendorong percepatan implementasi proyek-proyek prioritas.
Duta Besar Abdulla Salem Al Dhaheri menyatakan bahwa Abu Dhabi Export (ADEX) berkomitmen menanamkan modal dengan prioritas pada penguatan sektor ketahanan pangan dan agribisnis nasional.
Selain sektor pangan, kemitraan ini juga merambah bidang infrastruktur.
Abu Dhabi Ports (ADP) siap melakukan studi kelayakan untuk mendukung pengembangan bandar udara di Provinsi Bali.
>>> Hanif Sjahbandi Dorong Perbanyak Turnamen Sepak Bola Usia Muda
Kedua belah pihak sepakat menjaga intensitas komunikasi bilateral secara berkelanjutan agar seluruh komitmen investasi jangka panjang dapat terealisasi efektif.
Update Terbaru
11 Antagonis Anime yang Diinginkan Fans untuk Berpihak
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Naruto Akan Tampil dalam Pertunjukan Ninja Tanpa Dialog di Teater Bersejarah Kyoto pada 2027
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
Obat Asma Umum Berpotensi Bantu Lawan Kanker, Studi Terbaru Ungkap
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Rekomendasi Sunscreen yang Memutihkan Wajah, dari Wardah hingga Anessa
Kamis / 02-07-2026, 03:15 WIB
5 Parfum Murah di Indomaret untuk Hijabers, Wangi Segar Tahan Lama
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Rekam Jejak Samin Tan, Pengusaha Tambang yang Terjerat Kasus Korupsi BBM PT PPN
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Purbaya Minta Dirjen Anggaran Baru Bentuk Tim Awasi Belanja Negara
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Iran Peringatkan Israel: Ancaman terhadap Khamenei Akan Dibalas Tindakan Tegas
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Said Iqbal Minta Danantara Dorong Himbara Beri Modal Rp400 M ke PT Pakerin
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
Projo Sebut Ada Kelompok Gelisah dengan Blusukan Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 03:14 WIB
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB






