Tugure Ungkap Tiga Lini Bisnis yang Banyak Gunakan Reasuradur Asing
PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) membeberkan tiga lini bisnis yang paling banyak memanfaatkan kapasitas reasuradur asing untuk mitigasi risiko.
Direktur Keuangan Tugure, Dradjat Irwansyah, menjelaskan bahwa sektor tersebut meliputi Marine & Aviation (termasuk satelit), Property & Engineering untuk risiko besar dan katastrofe, serta Energy & Large Infrastructure.
>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Tekan Daya Beli dan Biaya Operasional
Menurut Dradjat, industri reasuransi domestik sebenarnya mampu menahan risiko menengah hingga retail. Namun, diversifikasi ke luar negeri tetap diperlukan untuk risiko sistemis.
"Ini bukan kelemahan, melainkan praktik risk management yang sehat dan justru melindungi pemegang polis dengan lebih baik melalui penyebaran beban risiko secara global," ujar Dradjat.
Optimalisasi Retensi Lokal
Tugure mendorong optimalisasi ketimbang maksimalisasi retensi lokal melalui regulasi yang mendukung kompetisi sehat serta efisiensi harga.
"Regulasi berbasis insentif juga perlu dilakukan.
Misalnya, memberikan insentif untuk penempatan domestik pada risiko yang wajar di-retain sambil tetap membuka akses ke pasar global untuk diversifikasi dan pricing kompetitif," kata Dradjat.
>>> 5 Restoran Tertua di Indonesia yang Masih Beroperasi Hingga Kini
Langkah penguatan lain yang disarankan adalah melalui Public-Private Partnership dalam pengelolaan infrastruktur besar, peningkatan spesialisasi, serta perbaikan data dan tata kelola.
Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai kapasitas modal domestik belum cukup besar karena sekitar 35% premi reasuransi mengalir ke luar negeri.
Tugure menanggapi bahwa aliran dana keluar tersebut bukan sekadar masalah keterbatasan kapasitas, melainkan bagian dari keputusan bisnis untuk efisiensi skala dan diversifikasi global.
"Kedua adalah keterbatasan spesialisasi dan skala. Beberapa risiko large/complex masih lebih efisien ditempatkan ke luar untuk menjaga keseimbangan portofolio domestik," beber Dradjat.
Penyebaran risiko ke reasuradur global ditegaskan menjadi bagian penting dari mitigasi agar risiko tidak terpusat di satu tempat.
>>> Ayyoub Bouaddi Tampil Memukau, Maroko Tahan Imbang Brasil di Piala Dunia 2026
"Hal ini justru melindungi pemegang polis secara lebih maksimal karena mengurangi konsentrasi risiko di dalam negeri dan meningkatkan ketahanan sistem secara keseluruhan," tegas Dradjat.
Update Terbaru
Viral Kabar Piero Hincapie Pacari Sabrina Carpenter, Ini Faktanya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Twenty Below Coffee Tutup Dua Lokasi di Fargo dan Moorhead
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Justin Wrobleski Dominasi Twins, Perkuat Peluang ke All-Star
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
RTX 3060 Kembali Dijual di Jerman, Tapi Harganya Lebih Mahal dari GPU Generasi Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Dave Roberts Raih Kemenangan ke-1.000 sebagai Manajer Dodgers
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Niall Horan Hadiri Wimbledon 2026 Bersama Kekasih, Bicara Kesuksesan Album Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Kemenperin: Penguatan HGBT Jadi Penopang Industri Nasional
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Syarat Terjadinya Integrasi Sosial di Masyarakat Menurut Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB






