Perhapi Minta Pemerintah Selektif Setujui Revisi RKAB Batu Bara 2026
Salah satu alasan relaksasi menurut Bahlil adalah pergerakan geopolitik akibat ketegangan di Timur Tengah yang mempengaruhi fluktuasi harga komoditas global.
"Maka idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat pun berkepentingan untuk harga yang bagus, produksi kita juga harus banyak.
Supaya pengusahanya untung, negara untung, rakyatnya juga bisa mendapat dampak positif," ungkap Bahlil.
>>> Piala Dunia 2026 Sepi Penonton, Hotel dan Tiket Lesu
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengungkapkan revisi RKAB 2026 bakal dimulai Juli 2026.
Nantinya porsi kuota produksi yang disetujui akan mempertimbangkan potensi penerimaan negara.
Tri memberikan kisi-kisi bahwa untuk komoditas batu bara hingga 15 Mei 2026 produksinya menurun, tetapi penerimaan negara tergolong stabil di tengah kenaikan harga batu bara.
"Poin yang kita sampaikan kan kita akan menjual mineral dan batu bara sesuai dengan harga yang seharusnya, kira-kira gitu.
Jangan juga obral terlalu murah, tetapi jangan juga sampai kebutuhan kita terganggu," kata Tri kepada awak media di kompleks parlemen.
Tri juga menjelaskan pengajuan revisi RKAB yang dimulai bulan depan akan ditutup pada 31 Juli 2026. Namun, ia belum dapat mengungkapkan tenggat waktu persetujuan dari Kementerian ESDM.
Indeks acuan batu bara utama untuk Asia naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.
Aturan ekspor baru Indonesia menunda pengiriman, memperketat pasokan saat permintaan bahan bakar pembangkit listrik meningkat seiring musim panas.
Harga kontrak berjangka batu bara Newcastle Australia untuk Juni naik menjadi US$148,75/ton pada Jumat, level tertinggi untuk kontrak bulan terdekat sejak Agustus 2024.
Permintaan batu bara diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan ke depan seiring cuaca lebih panas di Asia Timur Laut, meningkatkan penggunaan pendingin udara di pasar konsumen utama seperti China.
Kuota produksi batu bara 2026 yang disetujui Kementerian ESDM berada di sekitar 600 juta ton, turun dari realisasi produksi 2025 sebanyak 817,48 juta ton.
Hingga April 2026, Indonesia telah memproduksi 229 juta ton batu bara atau sekitar 38,2% dari kuota.
>>> San Antonio Spurs Ungguli New York Knicks pada Paruh Pertama Gim 5 Final NBA
Dari jumlah itu, sekitar 145 juta ton diekspor dan sisanya 84 juta ton untuk memenuhi kewajiban pasokan domestik (DMO).
Update Terbaru
Netflix Uji Coba Rilis Teatrikal untuk Film Lee Chang-dong 'Possible Love'
Sabtu / 04-07-2026, 23:42 WIB
Baca Preview Killer Peter Chapter 142 Bahasa Indonesia, Yang Terbaik! Langsung Diburu Pembaca
Sabtu / 04-07-2026, 23:40 WIB
Sertijab Kakorlantas, Irjen Agus Titip Pesan ke Irjen Wibowo
Sabtu / 04-07-2026, 23:28 WIB
Kepribadian Penyuka Warna Oranye: Ekstrovert dan Penuh Energi
Sabtu / 04-07-2026, 23:28 WIB
Meksiko Perketat Keamanan usai 4 Suporter Tewas Jelang Lawan Inggris
Sabtu / 04-07-2026, 23:28 WIB
Sony Dulu Mengejek Masa Depan Digital Xbox One, Kini Menjalaninya
Sabtu / 04-07-2026, 23:28 WIB
Presiden Portugal yang Tidak Suka Sepak Bola, Berakhir Dikudeta
Sabtu / 04-07-2026, 23:27 WIB
Teach You a Lesson Jadi Serial Korea Terlaris Kelima di Netflix
Sabtu / 04-07-2026, 23:27 WIB
Medaka Kuroiwa Is Impervious to My Charms Season 2 Tayang Januari 2027
Sabtu / 04-07-2026, 23:27 WIB
Alexander Zverev Menang Set Pertama Lawan Marcos Giron di Wimbledon
Sabtu / 04-07-2026, 23:21 WIB
Serena Williams Mundur dari Ganda Wimbledon karena Cedera Lutut
Sabtu / 04-07-2026, 23:21 WIB
Alexander Zverev Kalahkan Marcos Giron di Wimbledon 2026
Sabtu / 04-07-2026, 23:17 WIB
Nationals Jamu Pirates di Laga Hari Kemerdekaan AS ke-250
Sabtu / 04-07-2026, 23:17 WIB
Malia Obama, Post Malone, dan Eva Marie Saint Rayakan Ultah Bareng HUT AS
Sabtu / 04-07-2026, 23:17 WIB







