Studi Ungkap Alasan Makan Keju Sebelum Tidur Picu Mimpi Buruk
Mitos lama yang melarang makan keju sebelum tidur karena dapat memicu mimpi buruk ternyata memiliki penjelasan ilmiah.
Sebuah studi terbaru mengungkap hubungan antara konsumsi produk susu dan gangguan tidur.
>>> KemenPU Luncurkan Buku 'Menjawab Mandat' untuk Dokumentasikan Capaian Infrastruktur
Penelitian yang dilakukan oleh Tore Nielsen dan tim dari Université de Montréal pada tahun 2015 sempat mencatat bahwa keju menjadi salah satu makanan yang paling sering dilaporkan memicu mimpi mengganggu.
Namun, studi tersebut belum berhasil membuktikan mekanisme langsung penyebab fenomena ini.
Memasuki tahun 2025, Nielsen bersama timnya kembali melakukan studi lanjutan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology. Penelitian berskala lebih besar ini melibatkan 1.082 mahasiswa sebagai peserta.
Hasil analisis terbaru menunjukkan bahwa mimpi buruk lebih dominan dialami oleh peserta yang mengidap intoleransi laktosa.
Kelompok ini kerap merasakan gejala tidak nyaman pada perut seperti kembung, begah, atau nyeri setelah mengonsumsi produk susu.
>>> Maybank Sekuritas: Regulasi Tambang Beri Kepastian bagi Sektor Nikel
Para ahli menjelaskan bahwa rasa sakit atau tidak nyaman pada saluran cerna yang muncul di malam hari terbukti mengganggu kualitas tidur.
Kondisi tidur yang tidak nyenyak inilah yang kemudian memengaruhi pengalaman bermimpi seseorang.
"Nightmare severity is robustly associated with lactose intolerance and other food allergies," tulis tim peneliti dalam laporan studi mereka.
Peneliti menegaskan bahwa tingkat keparahan mimpi buruk berkaitan erat dengan intoleransi laktosa dan alergi makanan lainnya.
Rasa tidak nyaman secara fisik menjadi pemicu utama, bukan kandungan keju itu sendiri. Kendati demikian, para peneliti mengingatkan bahwa studi terbaru ini masih bersifat observasional.
>>> Erling Haaland Antusias Hadapi Prancis di Grup I Piala Dunia 2026
Riset lanjutan tetap diperlukan untuk menguji apakah pembatasan produk susu pada penderita intoleransi laktosa dapat langsung memperbaiki kualitas tidur mereka.
Update Terbaru
Los Angeles Lakers Bangun Ulang Skuad di Sekitar Luka Doncic dengan Beberapa Perekrutan
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
ICE Bebaskan Biarawati Nigeria yang Ditahan Saat Berjalan ke Gereja di Texas
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
Toronto Raptors Resmi Perpanjang Kontrak Alijah Martin Dua Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
St. Louis Blues Resmi Rekrut Ross Johnston Kontrak Tiga Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
15 Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui Pengguna
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
Kode Redeem FF Free Fire Terbaru Juli 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Web Top Up Diamond Free Fire Termurah dan Aman, Ada Diskon?
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
7 Aplikasi AI Penghasil Uang 2026, Terbukti Bayar ke DANA dan Gopay
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Mint Mobile Tawarkan Paket Unlimited Rp15/Bulan, Incar Pelanggan T-Mobile
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Nonaktifkan 4,8 Juta Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Euforia Suporter Meksiko Rayakan Kemenangan Piala Dunia di LA dan Mexico City
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Targetkan Netralitas Degradasi Lahan 12,3 Juta Hektare pada 2030
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Panduan Mengoperasikan Jalur Logistik Ramah Lingkungan di China Sepanjang 2026
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Melania Trump Raup Rp170 Miliar dari Film Dokumenter Amazon
Kamis / 02-07-2026, 01:25 WIB






