Telkom Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Bahan Baku Jaringan Akibat Dolar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengambil langkah antisipasi terhadap lonjakan harga bahan baku infrastruktur yang dipicu penguatan dolar Amerika Serikat.
Dampak tersebut berimbas pada biaya pembangunan jaringan digital di Indonesia.
>>> Pegadaian Resmi Jadi Pemegang Rekening KSEI, Siapkan Infrastruktur ETF Emas Pertama
Langkah mitigasi ini diambil untuk menjaga kelangsungan ekspansi infrastruktur telekomunikasi nasional. Telkom berfokus pada efisiensi anggaran belanja modal guna meredam tekanan makroekonomi.
VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, menyatakan bahwa dampak tersebut tetap dapat dikelola melalui perencanaan investasi yang matang dan pengelolaan yang prudent.
Perusahaan menerapkan sistem belanja modal berbasis permintaan pasar nyata.
Prioritas pembangunan diarahkan ke wilayah dengan potensi ekonomi tinggi. Hal ini sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai enabler ekosistem digital Indonesia.
Tekanan Juga Dirasakan Penyedia Jaringan Independen
Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengonfirmasi bahwa pelemahan nilai tukar rupiah memperberat pengadaan komponen impor.
Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas Swandy, mengatakan bahwa harga sempat membaik setelah meredanya krisis cip global, namun pelemahan mata uang kembali menekan biaya impor.
>>> Kejaksaan Agung Sita Sembilan Aset Tanah Terpidana Korupsi Timah Tamron
Kenaikan harga di sektor telekomunikasi diproyeksikan berkisar 5 hingga 12 persen karena ketergantungan komponen luar negeri yang tinggi.
Komponen vital seperti kabel fiber optik dan perangkat aktif menjadi sektor paling terdampak.
Jerry menambahkan bahwa hal ini berpotensi mendorong peningkatan biaya total proyek meski proporsinya lebih kecil dibanding kenaikan pada perangkat.
Sebagai langkah antisipasi, Apjatel meminta anggotanya melakukan negosiasi ulang kontrak pembayaran dengan vendor global.
Penggunaan tingkat komponen dalam negeri juga terus ditingkatkan.
>>> Termasuk Ronaldo, Ini 5 Atlet Senior yang Jalani Piala Dunia Terakhir
Apjatel mendorong seluruh anggota untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tetap berjalan, karena konektivitas adalah kebutuhan dasar masyarakat dan fondasi ekonomi digital.
Update Terbaru
Batal Damai, Kubu Sarwendah Hormati Langkah Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak
Jumat / 03-07-2026, 08:01 WIB
Bos PLN Ungkap Penyebab Pasokan Listrik Terganggu
Jumat / 03-07-2026, 08:01 WIB
Pernyataan Menteri Desa soal MBG Tuai Kecaman, Netizen: Penghinaan
Jumat / 03-07-2026, 08:01 WIB
Yusril Respons Polemik Sidang Nadiem Makarim: Kalau Ada Pelanggaran, KY yang Menilai
Jumat / 03-07-2026, 08:01 WIB
Casio Rilis Jam Tangan Baby-G BGA-290SA dengan Finishing Metalik Premium
Jumat / 03-07-2026, 08:00 WIB
Maskulinitas dan Gaya Para Bintang Piala Dunia 2026 Pakai Tas Hermes
Jumat / 03-07-2026, 08:00 WIB
Ramalan Zodiak 3 Juli: Libra Banyak Peluang, Sagitarius Dengarkan Saran
Jumat / 03-07-2026, 08:00 WIB
Cara Mencairkan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sebesar Rp2,1 Juta
Jumat / 03-07-2026, 07:56 WIB
CEO Epic Sebut AI Bisa Selamatkan Destiny 2 dan Bantu Game Sejenis Berkembang
Jumat / 03-07-2026, 07:42 WIB
Manga Mavericks Lisensi Motionless, The Sword of Paros, dan Hero Company
Jumat / 03-07-2026, 07:42 WIB
Vatikan Nyatakan Ekskomunikasi Enam Uskup SSPX
Jumat / 03-07-2026, 07:41 WIB
Kanada dan British Columbia Tandatangani Paket Kerja Sama Multimiliar Dolar
Jumat / 03-07-2026, 07:41 WIB
Vote Kreator Favoritmu untuk Masuk Kredit Film Minecraft
Jumat / 03-07-2026, 07:36 WIB
Piala Dunia 2026: AS Lolos Meski Kena Kartu Merah, Kane Selamatkan Inggris
Jumat / 03-07-2026, 07:36 WIB






