Platform media sosial X ramai dengan kritik terhadap pernyataan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu warga desa mengonsumsi telur dan daging ayam.

>>> Yusril Respons Polemik Sidang Nadiem Makarim: Kalau Ada Pelanggaran, KY yang Menilai

Seorang pengguna dengan akun @Hidupseba**** menilai ucapan tersebut merendahkan masyarakat desa. "INI JATUHANYA PENGHINAAN GAK SIH??!!!"

tulisnya, dikutip Jumat (3/7).

Netizen lain yang mengaku tinggal di desa juga menanggapi. Ia mengatakan bahwa telur, daging, ikan, dan sayur sudah menjadi makanan sehari-hari sebelum adanya MBG.

"Saya tinggal di desa.. Telur daging ikan sayur itu makanan sehari hari sebelum ada MBG..

Cuma orang desa ngga sombong.. Gitu aja pak.

>>> Casio Rilis Jam Tangan Baby-G BGA-290SA dengan Finishing Metalik Premium

Nyenyenye," cuit akun @VodoJ****.

Pernyataan Menteri Desa

Usai rapat koordinasi dengan 10 asosiasi desa di Jakarta, Yandri menyampaikan bahwa MBG dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi warga desa.

Ia menyebut protein dari telur dan daging ayam menjadi salah satu manfaat utama.

"Tadi aspirasi mereka bahwa makan siang bergizi itu untuk rakyat di desa itu sangat memerlukan.

Karena jarang selama ini penduduk desa itu setiap minggu itu bisa makan telur, makan daging ayam, dan sebagainya," ujar Yandri.

>>> Maskulinitas dan Gaya Para Bintang Piala Dunia 2026 Pakai Tas Hermes

Menurut para kepala desa, keterbatasan daya beli membuat sebagian warga sulit mengonsumsi protein hewani secara teratur. Program MBG dianggap sebagai solusi untuk menutup kekurangan tersebut.