Erling Haaland, penyerang andalan Norwegia di Piala Dunia 2026, kembali menjadi perbincangan. Bukan karena golnya, melainkan gaya fashion-nya yang menenteng tas mewah Hermes.

Pemain berusia 25 tahun itu terlihat membawa tas Haut à Courroies (HAC) edisi khusus berwarna biru saat tiba di Bandara Internasional Piedmont Triad, Carolina Utara, AS.

>>> Ramalan Zodiak 3 Juli: Libra Banyak Peluang, Sagitarius Dengarkan Saran

Warna biru itu seperti tema Manchester City, klub yang dibelanya sejak 2022.

Penampilan Haaland langsung menuai komentar negatif di media sosial. Banyak netizen yang mempertanyakan maskulinitasnya karena membawa tas tangan.

"Saya tidak pernah mengerti kenapa seorang pria dewasa mau memakai sebuah tas tangan," tulis seorang netizen. Ada pula yang berkomentar, "Ini terlalu feminin pastinya."

Sejarah Tas HAC dan Stigma Gender

HAC pertama kali diluncurkan pada abad ke-19 sebagai tas untuk menyimpan perlengkapan berkuda. Hermes kemudian memperkenalkan produk tas yang identik sebagai aksesori perempuan.

Ironisnya, Haaland justru disebut memakai tas perempuan. Padahal, bentuk HAC menyerupai Birkin, seri terpopuler Hermes, dan siluet HAC justru menjadi inspirasi Birkin.

Haaland bukan satu-satunya pesepakbola yang gemar membawa tas mewah. Marcus Thuram dari timnas Prancis terlihat membawa flap bag Chanel hijau neon kolaborasi dengan Pharrell Williams.

>>> Cara Mencairkan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sebesar Rp2,1 Juta

Sementara Maxence Lacroix memadukan gaya sporty dengan tas Bottega Veneta hitam motif anyaman Intrecciato.

David Beckham dan Lionel Messi juga dikenal sebagai kolektor tas mewah. Meski banyak pria heteroseksual yang berani bereksplorasi, cibiran seksis dan homofobia masih kerap terjadi.

Stylist Jack Savoie mengatakan kepada CNN Style, "Sepertinya sudah terlalu lama kita didikte apa saja yang boleh pakai dan tidak, tapi sekarang sudah berubah.

Orang-orang sudah tidak terlalu peduli dengan omongan orang lain."

Terbukti, Haaland tetap tampil gemilang di Piala Dunia 2026. Ia menduduki urutan ketiga sebagai pemain dengan gol terbanyak sejauh ini, terlepas dari komentar negatif.

Fashion bagi para pesepakbola ini menjadi bentuk ekspresi diri dan media merayakan keindahan tanpa batasan gender. "Menurut saya, ada peningkatan apresiasi terhadap berbagai bentuk keindahan, di luar gendernya.

>>> CEO Epic Sebut AI Bisa Selamatkan Destiny 2 dan Bantu Game Sejenis Berkembang

Saya bahkan tidak tahu kenapa tas-tas ini memiliki gender," ujar Jack.