CEO Epic Games, Tim Sweeney, menyinggung bahwa kecerdasan buatan (AI) generatif bisa menjadi kunci untuk menyelamatkan game seperti Destiny 2.

Pernyataan ini muncul sebagai reaksi terhadap laporan internal tentang penyebab kemunduran game besutan Bungie tersebut.

>>> Manga Mavericks Lisensi Motionless, The Sword of Paros, dan Hero Company

Menurut sumber anonim yang berbicara kepada Forbes, Destiny 2 jarang menghasilkan keuntungan selama masa hidupnya.

Biaya produksi konten yang sangat besar menjadi beban utama, sementara dana yang ada sering disalahgunakan oleh manajemen untuk proyek lain yang tidak perlu.

Sweeney menanggapi laporan itu dengan cuitan bernada sindiran.

"Seandainya ada teknologi baru yang bisa mengatasi poin pertama dan memungkinkan game seperti Destiny untuk berkembang," tulisnya di Twitter.

>>> Vatikan Nyatakan Ekskomunikasi Enam Uskup SSPX

Sweeney dikenal sebagai pendukung kuat penggunaan AI dalam industri game.

Ia sebelumnya mengkritik kebijakan Valve yang mewajibkan pengembang mengungkapkan penggunaan AI pada game mereka, menyebutnya tidak bertanggung jawab.

Meski hanya berupa cuitan, pernyataan Sweeney bisa diartikan sebagai dorongan untuk menggunakan AI generatif guna mempercepat pengembangan konten.

>>> Kanada dan British Columbia Tandatangani Paket Kerja Sama Multimiliar Dolar

Namun, hal ini masih menjadi perdebatan di industri game.