Tips Memeriksa Mobil Listrik Bekas Banjir agar Tidak Rugi
Peminat kendaraan listrik dan hybrid bekas di Indonesia terus meningkat. Namun, calon pembeli harus waspada karena beberapa daerah sempat terendam banjir.
Kendaraan yang pernah terendam air tidak selalu mudah dikenali secara kasat mata. Apalagi jika unit sudah dibersihkan total sebelum dijual kembali.
>>> KPR Take Over Dominasi Portofolio Kredit Pemilikan Rumah KB Bank
Risiko pada mobil berbasis baterai berbeda dengan mobil konvensional. Dampak banjir sangat krusial karena menyangkut sistem elektrikal dan baterai bertegangan tinggi.
Cara Mendeteksi Bekas Banjir
Langkah awal adalah mencari sisa kotoran. Bekas air bah biasanya meninggalkan endapan yang sulit dibersihkan total dari area internal.
Kepala Teknisi Domo Hybrid EV Yogig Pramono mengatakan bekas genangan air tetap meninggalkan tanda fisik. Sisa lumpur biasanya masih menempel di beberapa bagian bodi.
“Bisa ketahuan dari bekas banjir atau masih ada lumpur. Karena kalau bekas banjir itu tidak bisa bersih 100 persen pasti ada saja bekas-bekas lumpur,” ujar Yogig.
Pemeriksaan mendalam harus diarahkan ke sudut yang sering terlewat saat pencucian. Area krusial meliputi sela interior, kolong jok, bagasi, dan kompartemen di bawah dasbor.
Ancaman Penurunan Performa Baterai
Pemeriksaan tidak boleh berhenti pada fisik. Baterai hybrid atau EV yang pernah terendam air sering tidak langsung menunjukkan kerusakan.
Setelah dikeringkan dan dibersihkan, mobil biasanya masih bisa beroperasi normal. Kendala teknis baru muncul beberapa bulan kemudian.
“Dampak dari kondisi baterai biasanya akan ketahuan setelah 6 bulan atau satu tahun kemudian, pasti mengalami penurunan State of Health (SOH) battery,” kata Yogig.
Dampak Kerusakan Jangka Panjang
Yogig menceritakan pengalaman menangani baterai Toyota Corolla Cross Hybrid yang pernah terendam air. Tiga bulan pasca-banjir, kerusakan hanya terdeteksi pada sekitar 10 sel.
Update Terbaru
Khutbah Jumat 3 Juli 2026 Ajak Umat Muhasabah Memasuki Tahun Baru Hijriah
Rabu / 01-07-2026, 10:51 WIB
Meksiko Unggul 2-0 atas Ekuador di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Utuh
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Prabowo Puji 1.000 SPPG Polri: Dapur MBG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Mahfud MD Sebut Vonis Anak Buah Jadi Pintu Masuk Jerat Nadiem Makarim
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan Polri di Hari Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
PDIP Kirim Surat ke BGN Minta Data Dugaan Keterlibatan Kader di Program MBG
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Soroti Peran Besar Polri di Ketahanan Pangan, Sebut Gudang Jagung hingga Desa Jadi Bukti Nyata
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB






