GMFI Rights Issue untuk Penuhi Aturan Free Float BEI
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) berencana melakukan rights issue guna memenuhi ketentuan free float Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 15%.
Hingga akhir Mei 2026, porsi free float GMFI tercatat 6,52%, masih jauh dari batas yang ditetapkan regulator.
>>> Asperindo Tolak Biaya Tambahan Kargo Udara Jasper dan SGHA
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan perseroan tengah berdiskusi intensif dengan pemegang saham utama, termasuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dan Danantara Indonesia.
"Untuk free float memang ada dua strategi. Pertama, pemegang saham eksisting melepas sebagian sahamnya ke publik.
Kedua, melakukan rights issue.
Saat ini kami sedang intens berdiskusi dengan Garuda maupun Danantara," ujarnya dalam Public Expose Live, Rabu (10/6/2026).
GMFI memastikan telah menyiapkan rencana untuk memenuhi aturan tersebut sebelum tenggat Maret 2027. "Kemungkinan besar melalui rights issue," lanjutnya.
Tantangan Nilai Tukar dan Kinerja Keuangan
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan tersendiri bagi kinerja keuangan GMFI.
Sebagian besar pendapatan dari grup Garuda Indonesia masih menggunakan rupiah, sementara sejumlah kewajiban dan transaksi menggunakan dolar AS.
>>> DPR Soroti Ketergantungan Mesin Impor, Dorong Tambahan Anggaran Kemenperin
Untuk meminimalkan dampak fluktuasi kurs, perseroan secara rutin menjalankan strategi lindung nilai atau hedging.
Manajemen menjelaskan setiap pembayaran dari grup Garuda digunakan untuk mengurangi eksposur piutang yang telah di-hedging sebelumnya.
Laju penguatan dolar AS sepanjang tahun ini berlangsung lebih cepat dari asumsi awal, sehingga pengelolaan risiko nilai tukar menjadi fokus utama.
Pada kuartal I/2026, GMFI mencatat lonjakan laba bersih 178,36% secara tahunan menjadi US$6,76 juta, dari sebelumnya US$3,79 juta.
Pendapatan mencapai US$114,94 juta, tumbuh 20,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong aktivitas perawatan pesawat komersial.
EBITDA tercatat US$17,56 juta, melampaui target kuartalan. Segmen commercial aviation menyumbang 75,4% dari total pendapatan.
Perseroan terus mengurangi ketergantungan pada pelanggan internal grup dengan memperkuat segmen non group afiliasi dan sektor pemerintah.
>>> Pembiayaan Cicil Emas BSI Tumbuh Melesat Hingga 97,90 Persen
"Ke depan kami akan terus meningkatkan penetrasi pasar eksternal sehingga struktur pendapatan menjadi semakin kuat," jelasnya.
Update Terbaru
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
Lolos 16 Besar, Norwegia Bawa 300 Kg Ikan ke Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB






