Telkom Sepakati Pembagian Dividen Rp 21,9 Triliun Melalui RUPST
Buyback Saham dan Perubahan Pengurus
Selain dividen, RUPST menyetujui rencana program buyback saham Perseroan dengan nilai maksimal Rp 4 triliun. Aksi korporasi ini dilaksanakan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek.
Proses buyback berjalan bertahap atau sekaligus dan ditargetkan rampung dalam periode 12 bulan setelah persetujuan RUPST. Periode pelaksanaan ditetapkan sejak 9 Juni 2026 sampai 8 Juni 2027.
Agenda buyback menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendongkrak nilai pemegang saham. Langkah strategis ini juga berfungsi menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar.
Perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris turut disahkan dalam rapat tersebut. Keputusan ini bertujuan memperkuat fondasi kepemimpinan Telkom dalam mengawal agenda transformasi serta menghadapi dinamika industri digital.
>>> Profil Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berikut adalah susunan Dewan Komisaris hasil RUPST Tahun Buku 2025: Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo; Komisaris Independen: Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, Rofikoh Rokhim; Komisaris: Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, Ossy Dermawan.
Berikut adalah susunan Jajaran Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2025: Direktur Utama: Dian Siswarini; Direktur Human Capital Management: Willy Saelan; Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra; Direktur Network: Nanang Hendarno; Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji; Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba; Direktur IT Digital: Faizal R Djoemadi; Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana.
Telkom menunjukkan progres eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara signifikan sejak tahun 2025 hingga kuartal pertama 2026. Perusahaan memfokuskan pertumbuhan pada empat pilar utama.
Efisiensi berhasil ditingkatkan dari sisi Operational & Service Excellence melalui program TOTEX dan perbaikan arus kas operasional. Perusahaan juga mengimplementasikan program Pensiun Dini serta Governance Reset.
Update Terbaru
Israel Luncurkan Serangan Baru ke Lebanon, Area Dekat RS Dibom
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Pilot Warga AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Evakuasi Jenazah
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Ronaldo Akhiri Kutukan Tak Cetak Gol di Fase Knock Out Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Strava dan 24 PSE Lain Terancam Diblokir Komdigi Gara-gara Belum Daftar
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Indosat dan Arsari Group Luncurkan Infra Fiber Teknologi, Kelola 86.000 Km Jaringan Optik
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
China Tutup 12.200 Jurusan Kuliah di Tengah Tingginya Pengangguran Sarjana
Jumat / 03-07-2026, 09:23 WIB
Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Portugal Sikat Kroasia dan Lolos ke 16 Besar
Jumat / 03-07-2026, 09:22 WIB
Naik Rp11.000, Harga Emas Antam Kini Dijual Rp2.651.000 per Gram
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Komut Pertamina: Keselamatan Kerja Fondasi Utama Keandalan Operasional
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Jerome Polin Sentil 'Negara Sakit' soal Vonis Nadiem, Yusril: Kalau Terbukti Ya Dihukum
Jumat / 03-07-2026, 09:11 WIB
Bank Mandiri Salurkan 3.360 Paket Makanan untuk Pekerja Rentan Lewat Livin' Berbagi
Jumat / 03-07-2026, 09:07 WIB
Kasur Jadi Tempat Sampah, Kisah Pria Numpang 4 Tahun yang Bikin Emosi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
5 Parfum Lokal Unisex dengan Kemasan Mewah dan Unik yang Wajib Dikoleksi
Jumat / 03-07-2026, 09:06 WIB
Panduan Mengakhiri Polemik Lewat Klarifikasi Terbuka bagi Jurnalis Babel 2026
Jumat / 03-07-2026, 09:01 WIB






