Kenali Tanda Bangunan Rusak Setelah Gempa untuk Hindari Rumah Ambruk
Potensi kerusakan hingga bangunan roboh tetap mengancam struktur rumah meskipun guncangan gempa besar telah selesai.
Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru masuk ke dalam hunian setelah situasi dinyatakan aman. Pemeriksaan kondisi fisik bangunan secara saksama sangat diperlukan.
>>> Jadwal Libur Sekolah Jawa Tengah Juni 2026 Dimulai 22 Juni
Direktur Mortar Indonesia sekaligus praktisi konstruksi Taufiq Hidayat menjelaskan sejumlah langkah penting untuk memeriksa keamanan bangunan.
Periksa Struktur Luar dari Jarak Aman
Langkah awal yang harus dilakukan adalah memperhatikan bentuk fisik rumah dari jarak aman sebelum melangkah masuk ke dalam ruangan.
Pemeriksaan difokuskan pada komponen penopang utama bangunan seperti kondisi beton, kolom, serta tiang penyangga di area depan.
Masyarakat perlu memastikan apakah bagian-bagian penopang tersebut mengalami pergeseran posisi atau terlihat miring dibandingkan kondisi normal.
Perubahan posisi pada struktur luar menjadi indikasi bahaya karena pintu yang bergeser atau getaran susulan bisa memicu keruntuhan seketika.
Deteksi Retakan di Area Dalam Ruangan
Pemeriksaan bagian dalam rumah dapat dilakukan apabila struktur luar dipastikan tidak mengalami pergeseran atau kerusakan fatal.
Aspek utama yang perlu diperhatikan di dalam ruangan meliputi kemunculan retakan pada area dinding, lantai, hingga langit-langit.
"Retak biasa itu, kalau retak yang tidak menyebabkan komponen strukturnya atau bangunannya itu geser, pindah tempat," jelas Taufiq kepada detikcom pada Senin (8/6/2026).
Kemunculan garis retak halus di area non-struktural cenderung masih aman dan tidak langsung membahayakan ketahanan fondasi rumah.
Sebaliknya, kerusakan pada struktur utama bangunan pascagempa biasanya terdeteksi pada area sudut ruangan yang menjadi titik temu antar-dinding.
"Nah, menopang bangunan itu biasanya tiang. Tiang itu biasanya ada di sudut-sudut ruangan.
Update Terbaru
Capcom Ingin Perluas Jangkauan Mega Man Menjelang 40 Tahun Seri
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Danganronpa 2×2 Ditunda ke Awal 2027, Spike Chunsoft Konfirmasi
Sabtu / 04-07-2026, 22:21 WIB
Ferrari Rebut Pole Sprint Kejutan di GP Inggris
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB
Perayaan Bicentennial AS 1976 Bangkitkan Patriotisme dan Tradisi Lokal
Sabtu / 04-07-2026, 22:17 WIB
Inggris Hadapi India di T20I Kedua yang Krusial di Old Trafford
Sabtu / 04-07-2026, 22:16 WIB
Puluhan Ribu Pelari Selesaikan Peachtree Road Race di Tengah Peringatan Panas Ekstrem
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Krejcikova Kalahkan Bartunkova, Laju ke Babak Keempat Wimbledon
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Kepala Sekolah Ungkap Dampak Positif MBG di Sidang MK
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
Golkar ke NU: Nasihati Negara Saja, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres!
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
DEN: Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34%, Dipicu Tiga Faktor Utama
Sabtu / 04-07-2026, 22:15 WIB
KPK: Pengembalian Amplop Bupati Kuansing Tak Hapus Pidana
Sabtu / 04-07-2026, 22:14 WIB
Kolaborasi Dua Raksasa Teknologi Produksi Chip AI Khusus pada 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:00 WIB
Survei OECD: Banyak Mahasiswa Kemampuan Membaca Setara Anak Kelas 4 SD
Sabtu / 04-07-2026, 21:56 WIB
Clair Obscur: Expedition 33 Disebut sebagai Penerus Spiritual Lost Odyssey
Sabtu / 04-07-2026, 21:56 WIB







