Ketahanan Energi Jadi Kunci Stabilitas Harga BBM dan LPG Subsidi
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik, menilai keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi dan LPG subsidi hingga 31 Desember 2026 tidak lepas dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Jamaludin mendorong peningkatan produksi migas, percepatan pengembangan lapangan migas baru, penguatan hilirisasi energi, serta pengembangan energi baru dan terbarukan.
>>> L&G: Investor Remehkan Laju Transisi Energi Global
Hal ini untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.
"Keberpihakan kepada masyarakat harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat fondasi energi nasional.
Karena itu, peningkatan produksi energi dalam negeri, perbaikan tata kelola sektor energi, dan percepatan investasi harus terus menjadi prioritas agar ketahanan energi nasional semakin kuat," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
Dampak terhadap Inflasi dan Daya Beli
Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM dan LPG subsidi hingga akhir tahun.
Menurutnya, harga yang tetap terjangkau akan membantu mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
"Komitmen pemerintah untuk tetap menjaga harga BBM subsidi dan LPG subsidi hingga akhir tahun merupakan langkah yang tepat.
>>> AS Usulkan Tarif Impor 10 Persen untuk Produk Indonesia
Di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, masyarakat membutuhkan kepastian agar daya beli tetap terjaga dan aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan baik," ujar Jamaludin.
Kebijakan tersebut juga didukung oleh perkembangan harga minyak yang mulai menunjukkan tren lebih kondusif.
Pemerintah menetapkan Indonesian Crude Price (ICP) Mei 2026 sebesar US$ 106,56 per barel, turun US$ 10,75 per barel dibandingkan ICP April 2026 yang mencapai US$ 117,31 per barel.
Penurunan tersebut memberikan ruang lebih baik bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.
Jamaludin menegaskan bahwa subsidi energi masih memiliki peran strategis sebagai instrumen perlindungan sosial sekaligus bantalan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Stabilitas harga energi juga penting bagi sektor produktif seperti UMKM, transportasi, perikanan, pertanian, dan sektor usaha lainnya.
>>> Bapanas Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan untuk Tekan Kerugian Global
"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan akses energi yang terjangkau, ekonomi tetap bergerak, dan pembangunan nasional dapat terus berjalan secara berkelanjutan," tutupnya.
Update Terbaru
Khutbah Jumat 10 Juli 2026 Angkat Pesan Menjaga Lisan, Diam Disebut Jalan Keselamatan
Jumat / 03-07-2026, 11:37 WIB
Build dan Combo Terbaik Musashi di Honor of Kings
Jumat / 03-07-2026, 11:36 WIB
Ronaldo Cetak Sejarah Baru Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
Gol Cristiano Ronaldo Akhiri Kutukan 20 Tahun di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
Hasil Babak I: Swiss Mendominasi, Ungguli Aljazair 1-0
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
Bupati Langkat Diperiksa di Polrestabes Medan Usai Ditangkap KPK
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
7 Benda Ini Bakal Rusak Kalau Dicuci Pakai Air Panas
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
TNI Buru Elkius Kobak, Terduga Pembakar Pesawat dan Penembak Pilot AS
Jumat / 03-07-2026, 11:35 WIB
3 VAR dan Drama 109 Menit Selamatkan Portugal dari Mimpi Buruk
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB
AI Tak Akurat, Dua Orang Tak Bersalah Dipenjara Berbulan-bulan
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB
Indonesia Masuki Tahap Baru Aksesi CPTPP, Inggris Tegaskan Dukungan
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB
AS Curiga Israel Rencanakan Pembunuhan Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB
Sutradara Beber Beda Agent Kim Reactivated dari Film Taken
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB
5 Rekomendasi Body Lotion Tanpa Pewangi untuk Kulit Sensitif dan Parfum Tahan Lama
Jumat / 03-07-2026, 11:32 WIB






