Pasar Kripto Memasuki Fase Seleksi Alam, Ribuan Proyek Mulai Hilang
Michael Antonelli, ahli strategi pasar Robert W Baird & Co., menilai Bitcoin kini telah kehilangan statusnya sebagai aset baru yang selalu menarik perhatian investor.
"Bitcoin sekarang hanya menjadi salah satu pilihan investasi. Ia bukan lagi fenomena baru yang mampu menarik modal secara otomatis," katanya.
Kondisi tersebut terasa jauh lebih berat bagi altcoin atau aset kripto selain Bitcoin.
Jika Bitcoin masih memiliki basis investor yang kuat, banyak proyek kripto lain justru menghadapi persoalan yang lebih mendasar: kehilangan pengguna, kehilangan aktivitas transaksi, dan kehilangan alasan untuk tetap eksis.
Ledakan industri kripto beberapa tahun lalu menciptakan jutaan token baru.
Teknologi blockchain yang semakin mudah digunakan membuat siapa pun dapat meluncurkan token dengan biaya relatif murah dan waktu yang singkat.
Hasilnya, pasar dibanjiri proyek-proyek baru yang menjanjikan berbagai inovasi. Namun tidak semuanya mampu bertahan.
Laporan terbaru Delphi Digital menunjukkan bahwa dari puluhan juta token yang telah diciptakan dalam beberapa tahun terakhir, kurang dari 1.700 token yang masih memiliki aktivitas perdagangan harian yang signifikan di bursa terdesentralisasi.
Bahkan sebagian besar token yang didukung modal ventura kini diperdagangkan di bawah harga peluncurannya. Banyak yang sudah kehilangan lebih dari 90% nilainya.
>>> Anthony Gordon Ungkap Kebahagiaan Bergabung dengan Barcelona
Secara rata-rata, kinerja kelompok token yang diteliti tersebut mencatatkan penurunan sekitar 80%.
Seleksi Alam di Pasar Kripto
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar mulai memasuki fase seleksi alam.
Saat likuiditas melimpah dan suku bunga rendah, investor cenderung memburu hampir semua proyek yang mengusung label blockchain atau kripto.
Namun ketika kondisi keuangan global semakin ketat, investor menjadi jauh lebih selektif. Modal kini lebih banyak mengalir ke proyek yang memiliki penggunaan nyata dan model bisnis yang jelas.
Update Terbaru
Kopi Kenangan Rilis Laporan ESG 2025, Fokus pada Keberlanjutan dan Pemberdayaan Petani
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Dari Jual Sembako hingga Tarik Tunai, Cara Baru UMKM Menambah Penghasilan
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
5 Rekomendasi Sleeping Mask Lokal, Wajah Lembap dan Cerah Saat Bangun Tidur
Kamis / 02-07-2026, 04:20 WIB
Prabowo Tegaskan Hukum Bukan Alat Balas Dendam Politik
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Akui AS Tak Mampu Buat Pesawat Secanggih Hadiah Qatar
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Projo Minta Publik Tak Bawa-bawa Politik dalam Gelar Adat Jokowi di Lampung
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Kamis / 02-07-2026, 04:19 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 3 – 5 Juli 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:00 WIB
AC di AS Disebut Memperparah Gelombang Panas di Eropa
Kamis / 02-07-2026, 03:40 WIB
Subnautica 2: Krafton Bayar Bonus Lebih Besar ke Seluruh Tim, CEO Tetap Hengkang
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Xbox Dikabarkan Uji Fitur Digitalisasi Koleksi Game Fisik
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Drama Spesial Live-Action Tezuka Osamu no Sensō Rilis Trailer, Tambah Pemeran, Tayang 12 Agustus
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, Satu Awak Hilang
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Inggris Kalahkan DR Congo, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB






