AMRT Tangguh di Tengah Tekanan Daya Beli, Ekspansi Gerai Jadi Katalis
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dinilai tetap tangguh di tengah tekanan daya beli masyarakat. Bahkan, kondisi tersebut justru menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai AMRT berada dalam posisi yang diuntungkan saat konsumen mulai menekan pengeluaran.
>>> KPK Tetapkan Silmy Karim Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA, ICW Minta Pengusutan Diperluas
"AMRT terbukti solid di tengah tekanan daya beli, justru ini kondisi yang menguntungkannya.
Ketika konsumen melakukan downtrading dari supermarket ke minimarket, AMRT jadi penerima manfaat," ujarnya kepada Kontan, Jumat (5/6/2026).
Sebagai gambaran, AMRT membukukan pendapatan sebesar Rp 126,74 triliun dan laba bersih Rp 3,41 triliun pada tahun buku 2025.
Perseroan juga agresif berekspansi dengan menambah 1.159 gerai baru.
Ekspansi Gerai dan Potensi Digital
Wafi menilai ekspansi gerai tersebut akan berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan. Namun, ia mengingatkan bahwa kontribusinya terhadap same store sales growth (SSSG) perlu dicermati.
"Gerai baru butuh 12-18 bulan untuk mencapai utilisasi optimal.
Dalam kondisi daya beli tertekan, periode ini bisa lebih panjang dan berpotensi terjadi kanibalisasi dengan gerai existing yang lokasinya berdekatan," jelasnya.
>>> PT Bisi International Tbk Targetkan Laba Bersih Tumbuh 33 Persen
Dari sisi digital, kanal Alfagift dinilai masih memberikan kontribusi terbatas terhadap total pendapatan, yakni di bawah 5%. Meski begitu, perannya dinilai strategis untuk mendorong loyalitas pelanggan.
"Dampak terbesar Alfagift bukan langsung ke revenue, tapi ke peningkatan basket size dan frekuensi kunjungan pelanggan.
Dalam 2-3 tahun ke depan, jika monetisasi data dan iklan digital berhasil, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru dengan margin lebih tinggi," tambah Wafi.
Memasuki semester II-2026, Wafi memproyeksikan kinerja AMRT akan tetap solid.
Beberapa katalis yang menopang antara lain normalisasi daya beli seiring meredanya tekanan suku bunga, momentum belanja akhir tahun, serta kontribusi gerai baru yang mulai memasuki fase utilisasi optimal.
Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, mulai dari persaingan yang semakin ketat dengan kompetitor seperti Indomaret, kenaikan upah minimum pada 2026, hingga potensi perubahan regulasi terkait free float saham.
>>> Karel Mainaky Targetkan All Indonesian Final di Australia Open 2026
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Wafi merekomendasikan buy untuk saham AMRT dengan target harga Rp1.750 per saham.
Update Terbaru
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Juli 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp 2,651 Juta
Jumat / 03-07-2026, 12:12 WIB
Tanggal Rilis Samsung Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 Bocor, Fix 22 Juli?
Jumat / 03-07-2026, 12:00 WIB
Daihatsu Ayla Tipe M Masih Jadi Mobil Baru Termurah di RI, Rp140,2 Juta
Jumat / 03-07-2026, 12:00 WIB
Lima Kontestan Love Island UK Tersingkir Setelah Casa Amor Recoupling
Jumat / 03-07-2026, 11:51 WIB
Naik Ojol Saat Liburan di Bali, Huening Bahiyyih Bikin Heboh Penggemar
Jumat / 03-07-2026, 11:50 WIB
Aikatsu Stars! Dapatkan Film 10 Tahun pada Musim Semi 2027
Jumat / 03-07-2026, 11:50 WIB
Jaket Langka Wilt Chamberlain Ditemukan di Goodwill, Dilelang hingga Rp3,9 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Petkovic Hadapi Timnas Swiss yang Pernah Dilatihnya di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Dinas Kesehatan Mississippi Buka Klinik Imunisasi untuk Siswa
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Peringatan Cuaca Ekstrem di Calgary Dicabut Setelah Badai Canada Day
Jumat / 03-07-2026, 11:49 WIB
Luka Modric Makin Dekat Akhiri Karier, Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Laga Terakhir
Jumat / 03-07-2026, 11:48 WIB
Lumba-lumba Hidung Botol di Adriatik Ikuti Kapal Pukat karena Overfishing
Jumat / 03-07-2026, 11:46 WIB
TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi Jenazah Pilot AS Korban KKB
Jumat / 03-07-2026, 11:46 WIB






