Ketegangan Ukraina-Rusia Warnai Semifinal French Open 2026
"It doesn't matter who I play. I really try to play against the ball that is coming at me," kata Mirra Andreeva.
>>> Amran Tanggapi Kritik Film Pesta Babi soal Proyek Merauke
Laga ini merupakan semifinal kedua bagi Andreeva di turnamen Grand Slam Paris setelah berhasil mencapai tahap yang sama pada edisi 2024 silam.
"It doesn't matter to me who I'm playing against, so I'm trying to really focus on the game and on the gameplan that I have to use on the court," ucap Mirra Andreeva.
Ketegangan serupa juga meluas ke pertandingan semifinal lainnya yang melibatkan petenis Rusia, Diana Shnaider, setelah dirinya dituduh oleh petenis Ukraina Oleksandra Oliynykova mendukung invasi karena berpartisipasi dalam ajang eksibisi di St Petersburg yang didanai Gazprom.
"I think it's the same as playing in Nazi Germany for Gestapo officers, on the tournament organised by company which built Auschwitz.
There is no difference for me," kata Oleksandra Oliynykova.
Shnaider, yang lolos ke semifinal major pertamanya setelah menundangkan Aryna Sabalenka, membela keputusannya bermain di Rusia sebagai satu-satunya kesempatan untuk tampil di depan keluarganya.
Mantan petenis nomor lima dunia asal Slovakia, Daniela Hantuchova, memberikan analisisnya melalui BBC Radio 5 Live mengenai motivasi besar yang dimiliki para pemain dari wilayah yang sedang berkonflik tersebut.
"This desire comes from there being no other options, when you have war behind your courtyard and you know sport in particular is the only way to escape that," kata Daniela Hantuchova.
Hantuchova menambahkan bahwa latar belakang kehidupan yang keras membentuk ketangguhan mental yang luar biasa bagi keempat semifinalis, termasuk petenis kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska.
"You don't question anything you are told to do to get where you want to," ujar Daniela Hantuchova.
Rasa lapar akan prestasi dinilai menjadi faktor kunci yang membuat para pemain ini mampu melangkah jauh melampaui prediksi awal.
>>> Prabowo Kunjungi Wisma Danantara, Bahas Teknologi dan Robotik
"The starting point creates this incredible hunger and willingness to do whatever it takes," tutur Daniela Hantuchova.
Update Terbaru
Update Terbaru Crimson Desert Hadirkan 39 Perlengkapan Baru dan Fitur Tidur Bersama Hewan Peliharaan
Sabtu / 04-07-2026, 19:50 WIB
Manga Licensing Is An Exercise In Empathy: Panel Anime Expo 2026
Sabtu / 04-07-2026, 19:50 WIB
Portsmouth Sepakat Datangkan Striker Marko Milovanovic dari Almeria
Sabtu / 04-07-2026, 19:49 WIB
Badai Parah Ancam Perayaan 4 Juli di Oklahoma
Sabtu / 04-07-2026, 19:49 WIB
Cara Investasi Saham untuk Pemula Langkah demi Langkah 2026
Sabtu / 04-07-2026, 19:49 WIB
Cara Backup Data HP ke Cloud: Panduan Google Drive, iCloud, dan OneDrive
Sabtu / 04-07-2026, 19:49 WIB
Trik Tersembunyi Google Maps di Android Auto yang Membuat Setiap Perjalanan Lebih Cerdas
Sabtu / 04-07-2026, 19:49 WIB
Oura Ring 5: Cincin Pintar Terbaik yang Pernah Dibuat Oura
Sabtu / 04-07-2026, 19:48 WIB
Ardie Savea: Kapten All Blacks yang Melayani dengan Iman dan Warisan
Sabtu / 04-07-2026, 19:48 WIB
Dua Orang Ditangkap Usai Panjat Empire State Building untuk Lamar Kekasih
Sabtu / 04-07-2026, 19:48 WIB
Microsoft Edge Kini Dukung Login dengan Akun Google
Sabtu / 04-07-2026, 19:43 WIB
Mahasiswi Telkom University Nadira Az Zahra Masih Dalam Pencarian, Keluarga Bantah Kabar Ditemukan di Majalaya
Sabtu / 04-07-2026, 19:29 WIB
KPK Temukan 55 Kg Platinum di Mobil Bupati Langkat
Sabtu / 04-07-2026, 19:28 WIB
AS Mulai 'Terpanggang' Gelombang Panas, Suhu Tembus 40,5 Derajat
Sabtu / 04-07-2026, 19:27 WIB







