Microsoft Edge versi 150 kini menghadirkan opsi login menggunakan akun Google. Fitur ini muncul di halaman login dan menu profil, baik di Windows maupun macOS.

Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini masih didistribusikan secara bertahap. Artinya, belum semua pengguna langsung mendapatkannya.

>>> Mahasiswi Telkom University Nadira Az Zahra Masih Dalam Pencarian, Keluarga Bantah Kabar Ditemukan di Majalaya

Migrasi dari Chrome Jadi Lebih Mudah

Keuntungan utama dari fitur ini adalah proses migrasi dari Google Chrome ke Microsoft Edge menjadi lebih sederhana.

Pengguna cukup login dengan akun Google untuk mengimpor bookmark, kata sandi, dan data sinkronisasi lainnya.

Pada halaman login, pengguna yang sudah kebagian fitur akan melihat opsi Google di bawah opsi Sign in with Microsoft Account.

Keputusan ini menarik karena berbanding terbalik dengan sikap Microsoft sebelumnya. Pada 2020, mereka menyatakan tidak berencana mengintegrasikan layanan Google secara bawaan ke Edge.

>>> KPK Temukan 55 Kg Platinum di Mobil Bupati Langkat

Namun, karena banyaknya permintaan pengguna, Microsoft akhirnya berubah pikiran. Edge kini lebih terbuka terhadap layanan milik saingannya.

Perubahan Lain di Edge 150

Selain dukungan login Google, Edge 150 juga membawa sejumlah perubahan. Workspaces kini menggunakan layanan sinkronisasi milik Edge sendiri, tidak lagi bergantung pada OneDrive atau SharePoint.

Fitur berbagi Workspaces dengan pengguna lain resmi dihapus. Sidebar Apps mulai dipensiunkan, dan aplikasi yang sudah ada akan dihapus bertahap pada update mendatang.

Untuk pengguna macOS, Edge 150 menjadi versi terakhir yang mendukung macOS 12 Monterey. Jika tetap menggunakan Monterey, browser tidak akan menerima update mulai Edge 151.

>>> AS Mulai 'Terpanggang' Gelombang Panas, Suhu Tembus 40,5 Derajat

Secara umum, kemampuan login dengan akun Google mungkin terlihat sebagai perubahan kecil. Namun, dampaknya cukup besar, terutama bagi pengguna Chrome yang ingin mencoba Edge tanpa meninggalkan akun Google.