Taiwan Selidiki Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China Lewat Jepang
Otoritas Taiwan tengah menyelidiki dugaan penyelundupan komponen perangkat keras kecerdasan buatan ke China.
Kasus ini melibatkan unit server yang memuat GPU Nvidia, komponen vital untuk melatih dan mengoperasikan sistem AI.
>>> 5 Kartun Serupa Masha and the Bear yang Bisa Ditonton Anak
Chip canggih tersebut terikat aturan kontrol ekspor Amerika Serikat yang melarang penjualannya ke China tanpa lisensi khusus.
Regulasi ini menempatkan perangkat tersebut sebagai komponen yang paling diawasi dalam rantai pasokan teknologi global.
Penahanan dan Penyitaan
Kejaksaan di Taiwan telah menahan tiga orang atas dugaan pemalsuan dokumen ekspor untuk server rakitan Super Micro Computer.
Penyidik juga menyita sekitar 50 server yang diduga sedang dipersiapkan untuk dikirim dengan dokumen palsu.
Aparat berwenang mencurigai adanya satu pengiriman yang telah lolos.
>>> Film Backrooms Debut Impresif dengan Pendapatan Rp1,45 Triliun
Kargo selundupan itu dilaporkan dikirim ke Jepang terlebih dahulu sebelum diteruskan ke Hong Kong, yang menjadi titik transit utama ke China daratan.
Kasus pengalihan chip sebelumnya lebih sering terungkap di Asia Tenggara. Penyelidikan terkini membongkar modus baru yang memanfaatkan jalur negara sekutu dekat AS seperti Jepang.
Tanggapan Nvidia dan Super Micro
Hingga saat ini, Nvidia maupun Super Micro tidak menghadapi tuduhan pelanggaran hukum. CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan perusahaannya selalu ketat dalam menjelaskan regulasi kepada mitra bisnis.
"Pada akhirnya, Super Micro harus menjalankan perusahaan mereka sendiri," kata Jensen Huang.
Super Micro menekankan langkah pengamanan internal mereka dan menyoroti tantangan industri.
>>> Nial Horan Senang Sempat Habiskan Waktu dengan Liam Payne
"Peristiwa baru-baru ini menggarisbawahi perlunya solusi di seluruh industri yang akan lebih membantu melindungi rantai pasokan dan memperkuat penegakan hukum kontrol ekspor," tulis Super Micro.
Update Terbaru
Sosok di Balik Mafia Pentol Diduga Terseret Dugaan Penipuan Supplier MBG, Korban Klaim Rugi Rp400 Juta
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Paket Upgrade Red Bull Beri Peningkatan Performa Signifikan di GP Austria
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Montgomery County Umumkan Perubahan Jadwal Libur Hari Kemerdekaan
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Gadi Eisenkot: Kandidat PM Israel yang Jadi Ancaman Terbesar Netanyahu
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Wamen Investasi Ajak Pengusaha Australia Perluas Investasi di Sektor Strategis
Kamis / 02-07-2026, 18:01 WIB
Penjualan Caroline.id Naik 51%, ASLC Percepat Ekspansi dan Branding
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
7 Fakta Wang Zhi One Piece, Bajak Laut Paling Misterius
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur Usai Jebol Ventilasi Udara
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Pertamina Urus Izin Kapal Pride untuk Lewati Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Jadwal Siaran Langsung Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Komisi II DPR Kritik Benny Demokrat soal Isu Pembatasan Usung Capres
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
TOP 35 Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026 ada Arisan yang Salip Lautan Cinta
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Seminggu Tak Membuka Samsung Galaxy Z Flip 7, Saya Justru Menyukainya
Kamis / 02-07-2026, 17:56 WIB






