Melihat Jejak Pendudukan Jepang Lewat Pameran Filateli di Semarang
Rumah Pohan di kawasan Kota Lama Semarang menjadi saksi dibukanya pameran bertajuk "Dalam Cengkeraman Saudara Tua".
Acara ini menghadirkan memori sejarah melalui koleksi filateli yang merekam masa pendudukan Jepang di Indonesia.
>>> 5 Detail Penampilan Adhisty Zara yang Memukau, Kebaya Terbaru Ini Banyak Dicari di 2026
Seorang pengunjung, Alvian, terlihat antusias mengajak istri dan anaknya menelusuri setiap sudut ruang pameran pada Senin, 1 Juni 2026.
Ia mengamati dengan saksama deretan benda bersejarah yang dipamerkan.
Pria yang memiliki dua anak ini sengaja meluangkan waktu setelah mendapat informasi pameran melalui media sosial.
Alvian menilai pameran ini sebagai sarana edukasi efektif untuk memperkenalkan sejarah bangsa kepada generasi muda.
Menurutnya, melalui benda nyata seperti ini, anak-anak bisa lebih mudah memahami transisi kekuasaan dari Belanda ke Jepang.
"Pameran ini mendidik tentang sejarah penjajahan Belanda dan Jepang melalui media cetak atau perangko," ujarnya.
Dalam kunjungannya, Alvian tak jarang berhenti sejenak untuk memberikan penjelasan mendetail kepada anak-anaknya.
Fokus perhatian mereka tertuju pada koleksi unik, mulai dari perangko langka hingga mata uang yang berlaku saat itu.
Ia menceritakan bahwa anak-anaknya kagum saat melihat bentuk fisik uang gulden dan fungsi perangko di masa lalu.
Media komunikasi tersebut dahulu menjadi satu-satunya cara mengirim pesan antar kota di tengah keterbatasan teknologi.
Arsip Filateli Sebagai Saksi Bisu Sejarah
Kesit Wijarnarko, Tim Kuratorial Rumah Pohan, menjelaskan bahwa pameran bertema "Jejak Pendudukan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli (1942-1945)" memiliki makna mendalam.
Ide ini muncul karena sejarah sering hanya dilihat dari pertempuran besar atau dokumen resmi kenegaraan.
Padahal, menurut Kesit, sejarah pendudukan juga tersimpan dalam benda sederhana yang dulu digunakan masyarakat sehari-hari.
Update Terbaru
Kota Bizantium yang Hilang Ditemukan Kembali di Oasis Dakhla, Mesir
Minggu / 05-07-2026, 04:35 WIB
Pesan Lionel Messi untuk Kiper Cape Verde Vozinha Usai Duel Sengit
Minggu / 05-07-2026, 04:35 WIB
Loud Budgeting: Tren Gen Z Kelola Uang dengan Terbuka
Minggu / 05-07-2026, 04:35 WIB
Pakistan Hadapi Tantangan Keamanan Pangan usai Penolakan Beras oleh UE
Minggu / 05-07-2026, 04:35 WIB
Denny Hamlin Raih Pole Position di Chicagoland Speedway, Kalahkan Kyle Larson
Minggu / 05-07-2026, 04:32 WIB
Regulator Tarik 100.000 Kembang Api Winco Jelang 4 Juli
Minggu / 05-07-2026, 04:32 WIB
Andy Roddick Ungkap David Ferrer Merokok Usai Bertanding
Minggu / 05-07-2026, 04:32 WIB
Film The Odyssey Karya Christopher Nolan Picu Lonjakan Permintaan Tiket
Minggu / 05-07-2026, 04:28 WIB
Boston Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Konser Pops dan Drone Bersejarah
Minggu / 05-07-2026, 04:27 WIB
Ekonom Senior: Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam yang Dulu Rakyatnya Mengungsi
Minggu / 05-07-2026, 04:27 WIB
Mojtaba Khamenei Tak Hadir di Pemakaman Ayahnya, Spekulasi Kesehatan Menguat
Minggu / 05-07-2026, 04:23 WIB
Trump Klaim AS Menang Perang Lawan Iran Saat Teheran Berduka
Minggu / 05-07-2026, 04:23 WIB
Casio Luncurkan Jam Tangan GBX-H5600KI-5 dengan Sensor Detak Jantung dan Prakiraan Pasang Surut
Minggu / 05-07-2026, 04:23 WIB
Samsung Siap Produksi Chip AI Khusus Lewat Kolaborasi Baru pada 2026
Minggu / 05-07-2026, 04:14 WIB







