Mark Zuckerberg Akui Kesalahan Komunikasi PHK Massal Meta
CEO Meta Mark Zuckerberg secara terbuka mengakui kesalahan perusahaan dalam menangani komunikasi internal menjelang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan.
Langkah restrukturisasi yang berdampak pada 10 persen tenaga kerja ini memicu kemerosotan moral karyawan di tengah ambisi besar perusahaan mengembangkan kecerdasan buatan.
>>> Cara Mematikan Akses Data Internet WhatsApp agar Liburan Tenang
Surat pengakuan tersebut dikirimkan ke kotak masuk 78.000 karyawan pada Rabu (20/5/2026) pagi waktu setempat.
Pengiriman surat perpisahan sekaligus memo internal ini dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang yang dimulai dari wilayah Asia termasuk Singapura, beralih ke Eropa, hingga berakhir di Amerika Serikat.
Manajemen Meta memberikan paket pesangon bagi staf yang terdampak berupa 16 minggu gaji pokok, dengan tambahan dua minggu untuk setiap tahun masa kerja.
Khusus untuk pekerja di Amerika Serikat, perusahaan juga memfasilitasi perlindungan asuransi kesehatan selama 18 bulan.
Ketidakpastian telah melanda internal Meta sejak rumor PHK beredar pada 23 April, sebelum akhirnya Zuckerberg menjamin tidak akan ada pemangkasan massal tambahan di sisa tahun 2026.
CFO Meta Susan Li sempat menyatakan dalam panggilan pendapatan pada 29 April bahwa pihak manajemen belum mengetahui jumlah ideal staf yang dibutuhkan saat ini.
>>> Dua Lipa dan Callum Turner Resmi Menikah di London
Langkah efisiensi ini diambil demi menutup lonjakan anggaran belanja modal Meta yang menyentuh angka 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS tahun ini untuk kebutuhan pusat data, pengembangan chip, dan pelatihan model bahasa besar.
Selain melakukan PHK, perusahaan membatalkan 6.000 lowongan kerja serta memindahkan 7.000 karyawan ke proyek AI baru, termasuk ke dalam tim Applied AI and Engineering.
Proses pemindahan tugas tersebut direspons sinis oleh para pekerja yang menjulukinya sebagai "The Draft".
Kondisi internal semakin memanas setelah manajemen diketahui melacak aktivitas ketukan keyboard, pergerakan mouse, dan aktivitas layar untuk melatih model AI internal bernama Model Capability Initiative.
Sebanyak lebih dari 1.500 karyawan menandatangani petisi penolakan, namun CTO Meta Andrew Bosworth menegaskan bahwa sistem pelacakan tersebut wajib diikuti oleh seluruh pekerja.
Para staf mengekspresikan kekecewaan mereka di platform anonim Blind serta menggunakan emoji "salad" di forum internal sebagai satir terhadap kata "salute" untuk melepas rekan mereka.
>>> Google Siap Lepas 32 Juta Nyamuk Rekayasa Genetika di AS
Beberapa karyawan di New York bahkan membuat situs web hitung mundur bernada sindiran dengan judul "Big Beautiful Layoff".
Update Terbaru
Banyak Warga Swiss Tinggalkan Gereja Demi Hindari Pajak
Sabtu / 04-07-2026, 12:07 WIB
5 Zodiak Paling Tenang saat Situasi Genting, Jago Hadapi Tekanan
Sabtu / 04-07-2026, 12:07 WIB
Amazon Prime Day 2026: Diskon Smartphone, Laptop, dan Elektronik
Sabtu / 04-07-2026, 12:02 WIB
6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Sabtu / 04-07-2026, 12:02 WIB
Promo Alfamart Back to School: Alat Tulis Diskon hingga 50 Persen
Sabtu / 04-07-2026, 12:02 WIB
Kolombia Singkirkan Ghana 1-0, Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026 Diamankan
Sabtu / 04-07-2026, 12:01 WIB
Lebih dari 500.000 Orang Hadiri Kaboom Town di Addison Rayakan 250 Tahun AS
Sabtu / 04-07-2026, 12:01 WIB
Peringatan Badai dan Banjir Bandang di Otoe dan Williamson County
Sabtu / 04-07-2026, 12:00 WIB
Dave Roberts Pastikan Ohtani Tak Akan Melempar di All-Star Game
Sabtu / 04-07-2026, 12:00 WIB
16 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 12:00 WIB
Trump Kunjungi Mount Rushmore, Ahli Tegaskan Tak Bisa Tambah Wajah Baru
Sabtu / 04-07-2026, 12:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 5 - 12 Juli 2026
Sabtu / 04-07-2026, 11:59 WIB
Siapa Ririn Septiani? Anggota Partai Perindo yang Diduga jadi Selingkuhan Kedua Diska Resha Suami Selebgram Sarah Gibson
Sabtu / 04-07-2026, 11:58 WIB
KPK Soroti Raja Juli yang Kembalikan Amplop Bupati Kuansing: Kenapa Tak Lapor Gratifikasi?
Sabtu / 04-07-2026, 11:57 WIB






