PHK Marak di Tengah Investasi AI: Ini Penjelasannya
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menyapu industri teknologi global.
Perusahaan besar seperti Meta dan Microsoft memangkas ribuan karyawan di tengah investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).
>>> Waktu Rencana Pernikahan Harry Styles dan Zoe Kravitz Terungkap
Fenomena ini memunculkan pertanyaan: jika AI belum sepenuhnya menggantikan manusia, mengapa PHK justru semakin marak?
AI Bukan Penyebab Tunggal
Chief AI Officer Cognizant, Babak Hodjat, mengatakan AI kerap dijadikan "kambing hitam" dalam restrukturisasi. "Terkadang AI menjadi kambing hitam dari sisi finansial.
Ini bisa terjadi ketika perusahaan merekrut terlalu banyak atau ingin merampingkan organisasi," ujarnya kepada TechSpot.
Fenomena ini disebut "AI Washing", yaitu perusahaan menggunakan narasi AI untuk membungkus keputusan bisnis lama seperti efisiensi biaya.
Survei terhadap manajer perekrutan menunjukkan 59 persen perusahaan mengakui mereka menekankan AI dalam pengumuman PHK karena terlihat lebih baik di mata pemangku kepentingan.
Ekspansi Pandemi dan Koreksi
Selama pandemi, perusahaan teknologi melakukan ekspansi besar-besaran dan merekrut agresif. Kini, ketika pertumbuhan melambat, mereka memasuki fase koreksi dan terpaksa melakukan PHK, diiringi ekspansi ke AI.
Di Meta, perusahaan memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan lonjakan belanja AI yang mencapai ratusan miliar dolar AS.
CEO Mark Zuckerberg menegaskan AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan meningkatkan produktivitas.
CFO Meta, Susan Li, bahkan menyebut perusahaan belum mengetahui "ukuran tim ideal" di era AI karena efisiensi terus berubah.
Artinya, banyak perusahaan masih dalam tahap eksperimen mencari kombinasi optimal antara manusia dan mesin.
Dampak AI pada Produktivitas
CEO Google, Sundar Pichai, menyebut adopsi AI telah meningkatkan produktivitas engineer sekitar 10 persen.
Update Terbaru
LiSA Rilis Vinyl Eksklusif Rayakan 15 Tahun Karier pada 26 Agustus
Minggu / 05-07-2026, 01:43 WIB
Ancelotti Akui Neymar Kecewa Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Polisi Usut Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Advokat di Ciracas
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Sand: Raiders of Sophie Tembus 300.000 Penjualan, CEO TinyBuild Bercanda soal AC
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Babak I 16 Besar Piala Dunia: Saibari Cedera, Kanada vs Maroko Imbang
Minggu / 05-07-2026, 01:29 WIB
Street Fighter 6 Season 4 Fokus pada Karakter Baru untuk Menarik Pemain Muda
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Cyberpunk 2077 Tembus 40 Juta Kopi Terjual, CD Projekt Red Puji Dukungan Jangka Panjang
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Square Enix Akui Kebiasaan Mengumumkan Game Terlalu Dini, Ubah Strategi Pemasaran
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Masa Depan Final Fantasy 14 Mobile Makin Tidak Pasti, Situs Resmi Offline Berminggu-minggu
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Film Plastik Ini Hancurkan Virus Hanya dengan Sentuhan, Kata Ahli Ini Pengubah Permainan
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Kesehatan Otak di Usia 11 Tahun Bisa Ungkap Risiko Demensia di Usia 70
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Houston Hadapi Peringatan Panas Ekstrem saat Akhir Pekan Empat Juli
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Pittsburgh Perketat Keamanan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Linda Noskova Kalahkan Sorana Cirstea di Babak Ketiga Wimbledon
Minggu / 05-07-2026, 01:22 WIB







