Tren PHK akibat AI Masih Berlanjut, Meta Rumahkan 8.000 Pegawai
Tren pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kecerdasan buatan (AI) masih berlanjut. Terbaru, Meta, induk perusahaan Facebook, merumahkan 8.000 pegawainya secara global.
Langkah ini diambil untuk efisiensi dan menggenjot infrastruktur pengembangan AI.
>>> PLN Bagikan Cara Cek Alat Elektronik Paling Boros Listrik Pakai Kode 09
Keputusan tersebut bertolak belakang dengan pernyataan CEO Mark Zuckerberg yang sebelumnya menegaskan AI tidak menggantikan manusia, melainkan meningkatkan produktivitas.
Zuckerberg sempat menyebut bahwa ke depan "orang akan menjadi lebih penting, bukan sebaliknya."
Namun, di balik pernyataan itu, Meta justru meningkatkan belanja modal AI hingga ratusan miliar dolar AS sambil memecat ribuan karyawan.
Gelombang PHK 8.000 Karyawan Meta
PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar untuk meningkatkan efisiensi dan mengalihkan sumber daya ke pengembangan AI.
Gelombang PHK dimulai dari Singapura pada Rabu, 20 Mei dini hari, ketika pegawai menerima e-mail pemecatan sekitar pukul 04.00 waktu setempat.
Pegawai di Inggris, Amerika Serikat, dan negara lain juga dijadwalkan menerima pemberitahuan pada pagi hari sesuai zona waktu masing-masing.
Jumlah pegawai yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dari total tenaga kerja perusahaan.
AI Jadi Prioritas Utama Meta
Di saat bersamaan, Zuckerberg terus menjadikan AI sebagai prioritas utama.
Tahun ini, Meta berkomitmen menggelontorkan lebih dari 100 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.764 triliun) untuk investasi AI.
Total belanja modal perusahaan diperkirakan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS (sekitar Rp 2.205 triliun hingga Rp 2.557 triliun).
Investasi besar tersebut digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi AI agar mampu bersaing dengan Alphabet dan OpenAI. Namun, transformasi ini memicu keresahan internal.
Update Terbaru
LiSA Rilis Vinyl Eksklusif Rayakan 15 Tahun Karier pada 26 Agustus
Minggu / 05-07-2026, 01:43 WIB
Ancelotti Akui Neymar Kecewa Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Polisi Usut Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Advokat di Ciracas
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Sand: Raiders of Sophie Tembus 300.000 Penjualan, CEO TinyBuild Bercanda soal AC
Minggu / 05-07-2026, 01:32 WIB
Babak I 16 Besar Piala Dunia: Saibari Cedera, Kanada vs Maroko Imbang
Minggu / 05-07-2026, 01:29 WIB
Street Fighter 6 Season 4 Fokus pada Karakter Baru untuk Menarik Pemain Muda
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Cyberpunk 2077 Tembus 40 Juta Kopi Terjual, CD Projekt Red Puji Dukungan Jangka Panjang
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Square Enix Akui Kebiasaan Mengumumkan Game Terlalu Dini, Ubah Strategi Pemasaran
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Masa Depan Final Fantasy 14 Mobile Makin Tidak Pasti, Situs Resmi Offline Berminggu-minggu
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Film Plastik Ini Hancurkan Virus Hanya dengan Sentuhan, Kata Ahli Ini Pengubah Permainan
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Kesehatan Otak di Usia 11 Tahun Bisa Ungkap Risiko Demensia di Usia 70
Minggu / 05-07-2026, 01:28 WIB
Houston Hadapi Peringatan Panas Ekstrem saat Akhir Pekan Empat Juli
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Pittsburgh Perketat Keamanan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS
Minggu / 05-07-2026, 01:27 WIB
Linda Noskova Kalahkan Sorana Cirstea di Babak Ketiga Wimbledon
Minggu / 05-07-2026, 01:22 WIB







