Kampus IAIN Pontianak Diduga Diskriminatif dalam Proses Wisuda Mahasiswa

Kampus IAIN Pontianak Diduga Diskriminatif dalam Proses Wisuda Mahasiswa

Rahma-Instagram-

Sejumlah orang tua mahasiswa menyoroti dugaan perlakuan tidak adil dalam proses akademik di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Keluhan tersebut mencuat setelah prosesi wisuda yang digelar pada awal April 2026 dinilai menimbulkan kesenjangan perlakuan terhadap mahasiswa.

Salah seorang perwakilan orang tua mahasiswa yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial L menyampaikan kekecewaan terhadap kebijakan kampus terkait pelaksanaan wisuda dan proses sidang mahasiswa.



Ia menilai terdapat perbedaan perlakuan antara mahasiswa tertentu dengan mahasiswa lainnya, terutama terkait kesempatan mengikuti sidang dan kelulusan.

Perbedaan Pelaksanaan Wisuda Disorot

Menurut penjelasannya, prosesi wisuda sejumlah angkatan sebelumnya dilaksanakan di Gedung Olahraga di lingkungan kampus. Kondisi tempat tersebut disebut tidak memadai karena para wisudawan dan keluarga harus mengikuti acara dalam suasana panas tanpa fasilitas tambahan.

Situasi tersebut berbeda dengan pelaksanaan wisuda terbaru pada Kamis, 2 April 2026. Pada kesempatan itu, acara digelar di Hotel Qubu Resort yang berada di Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya.


Perubahan lokasi tersebut memunculkan pertanyaan dari sebagian pihak yang menilai adanya ketimpangan dalam penyelenggaraan acara akademik.

Mahasiswa Disebut Tidak Mendapat Kesempatan Sidang

Keluhan lain juga berkaitan dengan dugaan pembatasan kesempatan sidang bagi sejumlah mahasiswa. Disebutkan bahwa beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tidak diperkenankan mengikuti sidang pada semester tujuh.

Di sisi lain, menurut keterangan orang tua mahasiswa tersebut, terdapat mahasiswa yang dapat mengikuti sidang lebih cepat dan ikut dalam prosesi wisuda April lalu.

Kondisi itu dinilai menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa dan orang tua, terutama bagi mereka yang mengaku telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik serta administrasi.

Mahasiswa dari Daerah Mengaku Dirugikan

Sejumlah mahasiswa yang disebut telah siap menjalani sidang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, di antaranya Ketapang, Sanggau, Putussibau, Melawi, dan Sintang.

Para orang tua menilai keterlambatan sidang berdampak pada biaya tambahan yang harus ditanggung mahasiswa, termasuk kewajiban pembayaran semester berikutnya meskipun kegiatan perkuliahan telah selesai.

Situasi ini dinilai memberatkan sebagian mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Baca juga: Nonton Drakor Perfect Crown Episode 3–4 Sub Indo serta Link dan Spoiler di KST bukan LK21: Sung Hui-ju dan Pangeran I-an Mulai Terjebak Hubungan Kontrak


Berita Lainnya