Ini Faktor Utama yang Mendorong Kenaikan Harga Minyak Goreng di Pasar

Ini Faktor Utama yang Mendorong Kenaikan Harga Minyak Goreng di Pasar

Minyak Goreng--

Diversifikasi Energi Dinilai Penting

Untuk mengurangi tekanan pada pasokan CPO, Anton menilai pemerintah perlu memperluas strategi diversifikasi energi.

Langkah tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pemanfaatan sumber energi lain seperti panas bumi, tenaga surya, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik.



"Jadi, tidak hanya ke biodiesel maupun bioetanol, tetapi nanti juga memakai panas bumi, kemudian tenaga surya. Jadi, paling tidak mesin-mesin untuk kendaraan bermotor itu lebih banyak dialihkan ke elektronik vehicle," ujarnya.

Dengan cara tersebut, ketergantungan pada minyak sawit sebagai sumber energi diharapkan dapat berkurang.

Harga Minyak Goreng Mulai Naik di Pasar

Kenaikan harga minyak goreng sudah mulai terasa di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.


Sejumlah pedagang menyebut harga minyak goreng premium naik dari Rp21.000 menjadi Rp23.000 per liter dalam sekitar sepekan terakhir.

Minyak goreng kemasan sederhana seperti Minyakita juga mengalami kenaikan dari Rp19.000 menjadi Rp21.000 per liter.

Lonjakan juga terjadi pada minyak goreng curah. Harga yang sebelumnya sekitar Rp27.000 untuk kemasan 1,5 liter kini meningkat menjadi sekitar Rp32.000.

Salah seorang pedagang di Jalan RE Martadinata, Nanda, menyebut kenaikan harga tersebut mulai terjadi sekitar satu minggu terakhir.


Berita Lainnya