Gunung Bromo Ditutup Sementara 6–12 April 2026 untuk Pemulihan Ekosistem

Gunung Bromo Ditutup Sementara 6–12 April 2026 untuk Pemulihan Ekosistem

bromo-pixabay-

Data Kunjungan Wisatawan 2026

Tingginya jumlah wisatawan sepanjang awal tahun menjadi salah satu pertimbangan diterapkannya penutupan sementara.

  • Januari 2026: 65.891 wisatawan
  • Februari 2026: 45.738 wisatawan
  • Maret 2026: 79.223 wisatawan
  • Libur Lebaran 21–24 Maret 2026: 24.671 wisatawan

Lonjakan kunjungan tersebut menunjukkan besarnya minat wisatawan terhadap Gunung Bromo sekaligus menuntut pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Agenda Selama Penutupan Kawasan



Selama masa penutupan, sejumlah kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat tetap dilaksanakan oleh pengelola kawasan.

  • Aksi bersih kawasan dan sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger pada 6 April
  • Pelatihan bagi pelaku jasa jip dan kuda pada 7–9 April
  • Kegiatan bakti sosial pada 8 April
  • Groundbreaking penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger pada 13 April

Humas TNBTS, Hendra, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mengistirahatkan kawasan sekaligus memperkuat kesiapan pelaku wisata.

“Istilahnya kita mengistirahatkan Gunung Bromo. Tujuannya memulihkan alam secara mandiri, jadi wisatawan tidak perlu khawatir karena ini hanya sementara,” ujarnya.


Menurutnya, pengelola berharap langkah ini tidak hanya mengembalikan kondisi ekosistem, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan wisata di kawasan tersebut.

Respons Wisatawan

Penutupan sementara kawasan Bromo turut mendapat tanggapan dari wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Timur.

Turis asal Belanda, Emmy Verstegen, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan wisata alam.

“Menurut saya ini sangat penting, bahkan sangat krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Penutupan seperti ini tidak menjadi masalah, selama tidak terlalu sering dilakukan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Bromo itu luar biasa indah, tetapi masih ada wisatawan yang kurang peduli dengan kebersihan. Sampah plastik masih terlihat, dan ini sangat disayangkan. Menjaga lingkungan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.


Berita Lainnya