Wisata Gunung Bromo Ditutup Sepekan untuk Pemulihan Ekosistem Kawasan Konservasi

Wisata Gunung Bromo Ditutup Sepekan untuk Pemulihan Ekosistem Kawasan Konservasi

bromo-pixabay-

Kawasan wisata Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup sementara selama sepekan mulai Senin (6/4/2026) pukul 09.00 WIB hingga Minggu (12/4/2026) pukul 10.00 WIB.

Kebijakan ini hanya berlaku untuk aktivitas wisata. Pengelola kawasan menyebut penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya memulihkan ekosistem di area konservasi yang selama ini terus menerima kunjungan wisatawan.

Pemulihan Ekosistem Kawasan Bromo



Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa jeda aktivitas wisata dibutuhkan agar alam memiliki kesempatan untuk memulihkan diri.

"Kalau yang ini memang untuk pemulihan ekosistem. Sebagai kawasan konservasi, kita tahu alam juga butuh waktu untuk beristirahat dan memulihkan dirinya. Seperti manusia atau alat, tidak mungkin digunakan terus-menerus 24 jam, pasti harus ada jeda," ujarnya.

Menurutnya, proses pemulihan tidak selalu dilakukan melalui kegiatan pembersihan kawasan. Memberikan waktu bagi lingkungan untuk menjalani proses alaminya juga merupakan bagian penting dari konservasi.


"Pemulihan itu tidak selalu pembersihan. Memberikan waktu kepada alam juga bagian dari pemulihan. Misalnya tanaman bisa kembali melakukan proses alaminya, pasir juga butuh waktu untuk mengembalikan porositasnya. Kalau setiap hari dilalui dan dieksploitasi, tentu tidak ada waktu untuk pulih," jelasnya.

Tradisi Penutupan Kawasan Pernah Dilakukan Lebih Lama

Rudijanta menyebut penutupan kawasan sebenarnya bukan hal baru. Pada masa sebelumnya, kawasan Bromo bahkan pernah ditutup hingga satu bulan sebagai bagian dari tradisi pengelolaan kawasan konservasi.

Kebijakan tersebut sempat terhenti saat pandemi COVID-19 karena aktivitas wisata turun drastis.

"Dulu pernah sampai satu bulan. Tradisi itu berhenti saat COVID-19 karena tidak ada aktivitas wisata. Setelah pandemi selesai, jumlah wisatawan kembali meningkat, sehingga penutupan berkala ini perlu kita terapkan kembali," katanya.

Kunjungan Wisatawan Sangat Fluktuatif

Jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Gunung Bromo dinilai sangat fluktuatif. Selama bulan Ramadan misalnya, rata-rata kunjungan sekitar 200 wisatawan per hari.

Namun angka tersebut dapat melonjak tajam pada periode libur panjang seperti Lebaran maupun musim liburan.

Wisatawan Mancanegara Dukung Penutupan Sementara

Seorang wisatawan asal Belanda, Emmy Verstegen, menyatakan mendukung kebijakan penutupan sementara kawasan wisata tersebut.

"Saya sangat setuju. Ini sangat penting, bahkan super penting untuk menjaga ekosistem. Ditutup pun tidak masalah, asal jangan terlalu sering. Mungkin satu atau dua kali dalam setahun itu penting untuk masa depan, tidak hanya untuk kita tapi juga untuk generasi berikutnya," ujarnya.

Ia juga memuji kehidupan sosial masyarakat di sekitar kawasan Bromo yang dinilainya masih kuat menjaga nilai kebersamaan, khususnya di wilayah pedesaan.

Namun Emmy menyoroti masih adanya wisatawan yang belum disiplin menjaga kebersihan kawasan.

"Gunung Bromo sangat indah, tapi masih ada wisatawan yang membuang sampah sembarangan. Perlu kerja sama semua pihak, baik pengunjung maupun masyarakat sekitar, karena masih banyak sampah plastik. Sangat disayangkan," katanya.

Baca juga: Alhamdulillah! Terikat Janji Muli Naik, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 8 April 2026


Berita Lainnya