Billboard ‘Aku Harus Mati’ Picu Kekhawatiran, Dokter Piprim Soroti Dampak pada Kesehatan Mental Anak
Aku harus-Instagram-
Sebuah billboard bertuliskan “Aku Harus Mati” yang terpajang di ruang publik memicu perhatian luas di media sosial.
Kalimat besar yang terlihat jelas dari jalan raya itu dinilai sebagian warganet berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat yang melihatnya.
Billboard umumnya digunakan untuk mempromosikan berbagai produk atau karya hiburan agar mudah dilihat oleh publik.
Namun penggunaan kalimat bernuansa ekstrem seperti itu dianggap tidak sensitif terhadap isu kesehatan mental.
Kekhawatiran Dokter Piprim
Dokter anak Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan kekhawatirannya melalui media sosial pada 3 April 2026.
Ia menyoroti kemungkinan dampak negatif terhadap anak dan remaja yang sedang mengalami tekanan psikologis.
Menurutnya, kasus gangguan mental pada kelompok usia muda terus meningkat sehingga pesan publik perlu lebih berhati-hati.
"Yth, Presiden Republik Indonesia dan pejabat terkait yang peduli dengan kesehatan mental anak-anak Indonesia. Pak Presiden, kasus anak dan remaja sakit mental makin meningkat pak. lalu ketika mereka sedang galau dan baca billboard besar 'aku harus mati' kira-kira mereka akan terinspirasi bunuh diri kan pak. Bagaimana bisa billboard seperti ini dibiarkan terpampang di muka publik. Sebagai dokter anak sekaligus Ketua Ikatan Dokter anak pak, Saya amat keberatan dengan billboard sampah ini," ujarnya.
Pemerintah Diminta Mengecek Billboard
Respons terhadap kekhawatiran tersebut datang dari Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo.
Ia menyatakan pihak terkait akan meminta aparat pemerintah daerah untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.
"Dokter @dr.piprim terima kasih informasi dan concernnya. Sepenuhnya sependapat. Kami minta teman-teman Satpol PP untuk cek lapangan dan mitigasi. Matur nuwun Mbak @aditairawati untuk info dan atensinya," tulisnya.