Di tengah keterbatasan itu, ia tetap merasa pantas mendapatkan pengakuan atas usaha yang sudah dilakukan. Perasaan tidak dihargai perlahan menumpuk menjadi kekecewaan.

Puncaknya, emosi yang terpendam akhirnya meledak. Ia memilih untuk menyerahkan arah hubungan kepada pasangannya sebagai bentuk kelelahan menghadapi situasi yang tak kunjung berubah.

Ora Urus menjadi gambaran sederhana tentang konflik dalam hubungan, ketika kerja keras tidak diiringi pemahaman, dan komunikasi berjalan tidak seimbang.

Su dewasa bukan anak kecil
Bukan di dinas hidup masih sipil
Sa bisa bikin rumah tangga stabil
Tinggal ko pilih mana baik mana ganjil

Sa janji minggu depan lunasi angsuran
Kamis Jumat Sabtu
Tapi sepi panggungan
Adoh sayang yang penting bisa makan
Tetap bersyukur tong pu kekurangan

Ko tinggal tuduh tuduh tuduh sa terus
Tuduh sa terus
Tuduh sa terus
Kalau begitu sekarang hidup ni ko yang urus
Hidup ni ko yang urus
Sa cape ora urus

Asu edan koe..(bbrrrrhhh)
Ra minggir tabrak
Ra minggir tabrak
Ra minggir tabrak
Ora urus maju tabrak

Ra minggir tabrak
Ra minggir tabrak
Ra minggir tabrak
Ora urus maju tabrak

Ra minggir tabrak
Ra minggir tabrak
Ra minggir tabrak
Ora urus maju tabrak

Motor berputar
Standar sebentar
Cari setoran
Bukan mo talingkar
Pagi lai bangun pi pasar
Kerja rodi tapi ko kasar
Bagaimana kalau tong bubar
Ora urus cepet ko sadar

Neng kini neng kono
Opo karo koe opa karo koe aku tresno karo koe

Neng kini neng kono
Opo karo koe karoeke di waropen sampe putar merauke

Sa janji minggu depan lunasi angsuran
Kamis Jumat Sabtu
Tapi sepi panggungan
Adoh sayang yang penting bisa makan
Tetap bersyukur tong pu kekurangan